SOAL NOMOR 3 BASIS DATA

Definisi ERD :

Entitiy Relationship Diagram atau lebih dikenal dengan (ERD) merupakan salah satu metode pemodelan basis data yang digunakan untuk menghasilkan skema konseptual untuk jenis/model semantik sistem. Dimana sistem seringkali memiliki sistem data relasional, dan ketentuannya bersifat Top-Down.
Dalam hal ini kita akan menjelaskan dan menggambarkan contoh kasus dengan penggambaran ERD.

Contoh Kasus :

} Pada saat mendaftar menjadi anggota perpustakaan Fakultas, dicatatlah nama, nomor mahasiswa dan alamat mahasiswa. Setelah itu mereka baru bisa meminjam buku di perpustakaan. Buku-buku yang dimiliki perpustakaan banyak sekali jumlahnya. Tiap buku memiliki data nomor buku, judul, pengarang, penerbit, tahun terbit. Satu buku bisa ditulis oleh beberapa pengarang.
} Tentukan entitas, atribut dan relasi dari deskripsi di atas, dengan menggambar ERDnya.

– Dari contoh kasus diatas dapat disimpulkan, bahawa seorang mahasiswa dapat meminjam buku, jika dia menjadi atau terdaftar sebagai anggota perpustakaan fakultas.

A. Menentukan Entitas, Atribute dan Relasi

1.     Entitas : Merupakan individu yang dapat mewakili sesuatu yang nyata yang dapat digambarkan oleh data. disini entitas dari kasus diatas adalah :
1. Mahasiswa,
2. KAP (kartu anggota perpustakaan)
3. Buku Pinjam
2.     Atribute : Merupakan pendeskripsian karakteristik dari entitas. Disini Atribute dari kasus diatas terdiri dari : Nama, NPM, Alamat, Nomor Buku, Judul Buku, Pengarangan, Penerbit dan Tahun terbit.
Relasi : Relasi merupakan penghubung dari Entitas yang berkaitan. dan hubungan antar entitas dengan relasi terbentuk dalam garis. disini relasi dari kasus diatas adalah : 1. Membuat, 2. Menyajikan.

B. Mengetahui Bentuk Notasi ERD

notasi
C. Pembuatan ERD Peminjaman Buku Perpustakaan  
 C
Setelah kita mengetahui Entitas,Relasi,Atribut dan mengetahui bentuknya. maka kita bisa membuat gambar ERD dari contoh kasus diatas. 
Soal  No.3
Pada saat mendaftar menjadi anggota perpustakaan Fakultas, dicatatlah nama, nomor mahasiswa dan alamat mahasiswa. Setelah itu mereka baru bisa meminjam buku di perpustakaan. Buku-buku yang dimiliki perpustakaan banyak sekali jumlahnya. Tiap buku memiliki data nomor buku, judul, pengarang, penerbit, tahun terbit. Satu buku bisa ditulis oleh beberapa pengarang.
Namun ada beberapa tambahan penjelasan seperti berikut : Seorang mahasiswa boleh meminjam beberapa buku. Satu buku boleh dipinjam beberapa mahasiswa. Semua mahasiswa sangat perlu buku sehingga tidak ada yang tidak pernah meminjam ke perpustakaan. Setiap peminjaman akan dicatat tanggal peminjamannya. Semua mahasiswa disiplin mengembalikan buku tepat satu minggu setelah peminjaman.
Jawab :
  • Namun ada beberapa tambahan penjelasan seperti berikut : Mahasiswa kadang-kadang terlambat mengembalikan buku, sehingga dikenakan denda. Besarnya denda adalah Rp 500,- per hari keterlambatan. Mahasiswa dianggap terlambat jika mengembalikan buku lebih lama dari 1 minggu.
 WRE

 

ENERGI MATAHARI PENGGANTI MINYAK BUMI

Adapun sumber daya energi non konvensional yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti minyak bumi adalah Energi Matahari
Dalam hal ini dikaitkan dengan pemanfaatan energi matahari yang berasal dari pancaran sinar matahari secara langsung ke bumi. Dalam pelaksanaan pemanfaatannya dapat dibedakan tiga macam cara:

·         Prinsip Pemanasan Langsung
Dalam hal ini sinar matahari memanasi langsung benda yang akan dipanaskan atau memanasi secara langsung medium, misalnya air yang akan dipanaskan. Sebenarnya cara ini telah lama dikenal, misalnya menjemur pakaian, membuat ikan kering, membuat garam dari laut. Dengan cara pemanasan langsung ini, suhu yang akan diperoleh tidak akan melampaui 100 derajat Celcius. Cara ini dapat lebih efektif bila mempergunakan pengumpul panas yang disebut kolektor. Sinar matahari dikonsentrasikan dengan kolektor ini pada satu tempat sehingga diperoleh suatu suhu yang lebih tinggi. Bentuk kolektor parabolik bulat melandaskan prinsip kompor surya. Prinsipnya adalah sebagai berikut : cahaya matahari ditampung dengan sebuah cermin cekung yang bergaris tengah + 2 m, sehingga cahaya matahari akan terkumpul dalam satu fokus. Pada fokus itu dipasang lempengan logam sehingga logam akan menjadi panas sekali, kemudian di atas lempengan logam itulah kita memasak.
·         Konversi Surya Termis Elektris (KSTE)
Pada cara ini yang dipanaskan adalah juga air, akan tetapi panas yang terkandung dalam air itu akan dikonversikan menjadi energi listrik. Pada prinsipnya, KSTE memerlukan sebuah konsentrator optik untuk pemanfaatan radiasi surya, sebuah alat untuk menyerap energi yang dikumpulkan, suatu sistem pengangkut panas, dan sebuah mesin yang agak konvensional untuk pembangkit tenaga listrik. Diperkirakan bahwa sebuah unit KSTE dari 100 MW listrik akan mempunyai 12.500 buah heliostat dengan permukaan refleksi masing-masing seluas 40 m2, sebuah menara penerima setinggi 250 m yang memikul sebuah penyerap untuk membuat uap bagi sebuah turbin selama 6-8 jam.
·         Konversi Energi Photovoltaik
Pada cara ini energi sinar matahari langsung dikonversikan menjadi energi listrik. Energi pancaran matahari dapat diubah menjadi arus searah dengan mempergunakan lapisan-lapisan tipis dari silikon atau bahan-bahan semi konduktor lainnya. Sebuah kristal silinder silikon yang prolitis hampir murni diperoleh dengan mencairkan silikon dalam tungku suhu tinggi dengan tahanan atmosfer yang diatur. Sel surya silikon dikembangkan dalam tahun 1955 oleh Bell Laboratoris (USA) dan banyak dipergunakan bagi kendaraan-kendaraan ruang angkasa dan satelit-satelit selama 20 tahun terakhir.
Keuntungan-keuntungan dari konversi energi photovoltaik

  •   Tidak ada bagian-bagian yang bergerak
  •  Usia pemakaian dapat melampaui 100 tahun sekalipun efisiensinya  sepanjang masa pemakaian menurun.
  •   Pemeliharaan tidak sulit
  • Sistem ini mudah disesuaikan pada berbagai jenis pemanfaatannya.

Ekologi Pertanian

Ekologi berasal dari kata oikos (rumah) dan logos (ilmu). Ekologi berarti ilmu yang mempelajari tentang mahluk hidup dan rumahnya (lingkungannya). Sedangkan pertanian bisa diartikan sebagai kegiatan bercocok tanam pada lingkungan tertentu.
Jadi ekologi pertanian adalah ilmu yang mempelajari tentang mahluk hidup dan lingkungan budidaya tanaman yang diusahakan oleh manusia. Sedangkan ekologi pertanian organik menggambarkan bahwa hubungan antara mahluk hidup dan lingkungan pertanaman berjalan selaras dengan fitrah alam (back to nature).
Pertanian organik merupakan sistem pertanian ramah lingkungan yang dipercaya mampu mewujudkan pertanian yang berkelanjutan. Karena sistem pertanian ini didasarkan pada prinsip ekologi pertanian atau ekologi lingkungan.

 

Agroekologi (Ekologi Pertanian)
Sistem ekologi terbentuk sebagai hasil dari interaksi timbal balik secara teratur antara mahluk hidup dan lingkungannnya, sehingga terbentuk satu kesatuan yang utuh. Sistem ekologi ini kemudian dikenal dengan ekosistem. Jadi, ekosistem merupakan bentukan dari komponen biotik (hidup) dan abiotik (tidak hidup) dalam satu wilayah tertentu.
Dalam ekologi pertanian interaksi komponen biotik dan abiotik ini di setting sedemikian rupa melalui mekanisme kontrol agar mendukung keberlangsungan sistem budidaya pertanian yang diusahakan. Kegiatan pengolahan tanah, pupuk dan pengendalian hama ditujukan agar interaksi antara komponen penyusun ekosistem kebun/ ladang mendukung pertumbuhan tanaman budidaya.
Prinsip Ekologi Pertanian Organik
Berdasarkan konsep ekologi pertanian diatas, maka dapat dipahami bahwa prinsip ekologi sangat bermanfaat sebagai panduan dalam pengembangan pertanian organik.
Prinsip ini mengatakan bahwa proses produksi harus didasarkan pada daur ulang ekologis. Penerapan teknologi berperan penting dalam meningkatkan interaksi antar komponen ekosistem. Namun, teknologi yang diterapkan harus bersifat spesifik lokasi dengan mempertimbangkan kearifan tradisional dari masing-masing lokasi. Berikut ini prinsip ekologi dalam penerapan pertanian organik:
• Memperbaiki kondisi tanah agar bisa menguntungkan pertumbuhan tanaman. Kegiatan yang paling utama adalah pengelolaan bahan organik untuk meningkatkan kegiatan komponen biotik dalam tanah.
• Mengoptimalkan ketersediaan serta keseimbangan unsur hara di dalam tanah. Misalnya melalui fiksasi nitrogen, penambahan dan daur pupuk dari luar usaha tani.
• Mengelola iklim mikro agar kehilangan hasil panen akibat aliran panas, udara dan air dapat dibatasi. Misalnya dengan pengelolaan air dan pencegahan erosi.
• Kehilangan hasil panen akibat gangguan hama dan penyakit dibatasi dengan upaya preventif melalui perlakuan yang aman.
• Pemanfaatan sumber kekayaan genetika dalam sistem pertanaman terpadu.
Sesuai dengan prinsip ekologi, aliran hara dalam sistem ekologi harus berjalan secara konstan. Oleh karena itu, unsur hara yang hilang atau terangkut bersama hasil panen, erosi, atau perlindian, selama proses budidaya hingga panen harus digantikan.
Agar sistem usaha tani tetap produktif dan sehat, maka jumlah hara yang hilang dari dalam tanah, tidak boleh melebihi hara yang ditambahkan atau dengan kata lain harus ada keseimbangan hara di dalam tanah sepanjang waktu.
Prinsip ekologi ini bisa diterapkan dalam berbagai teknologi dan strategi budidaya pertanian. Setiap prinsip tersebut akan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap produktivitas, keamanan, keberlanjutan dan identitas usaha tani.

sumber : http://www.anneahira.com/ekologi-pertanian.htm

~MAHLUK HIDUP~

Cacing Tanah

gambar cacing tanah

Cacing Tanah

Budidaya cacing tanah adalah salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk membuat lingkungan menjadi lebih baik. Manfaat cacing tanah :

  • Cacing tanah dapat membantu mengolah sampah dapur menjadi kompos yang baik untuk tumbuhan. Cacing tanah mampu mengubah bahan organik yang dimakan menjadi kotoran (castings) dan urine (worm tea). Kandungan urea dalam urine cacing adalah pupuk alami yang baik. Terlebih kotoran cacing mengandung nitrogen, fosfor, magnesium, potasium, dan kalsium yang penting untuk pertumbuhan tanaman.
  • Tubuh cacing tanah yang terdiri atas 70% protein adalah sumber makanan bergizi tinggi bagi hewan ternak dan peliharaan seperti ayam, bebek, ikan, sidat, dan burung.
  • Kegiatan menggali yang dilakukan cacing tanah mampu menciptakan sistem drainase alami, meningkatkan jumlah udara dan air dalam tanah sehingga tanah menjadi lebih gembur dan baik untuk ditanami semua jenis tanaman.

KLASIFIKASI CACING TANAH

Kingdom: Animalia
Phylum: Annelida
Class: Clitellata
Order: Haplotaxida
Family: Lumbricidae
Genus: Lumbricus
Species: Lumbricus rubellus

JENIS CACING TANAH

Ada sekitar 4500 spesies cacing di dunia, sekitar 2700 di antaranya adalah spesies cacing tanah. Ada dua tipe spesies cacing tanah berdasarkan perilaku hidupnya, yaitu earthmovers dan composters (pembuat kompos).

  • Earthmovers adalah spesies soliter (penyendiri) yang hidup di dalam tanah dengan membuat terowongan berongga di dalam tanah (rongga-rongga ini akan terisi udara dan oksigen yang baik untuk akar tanaman). Mereka hidup dari memakan bakteri, fungi, dan algae pada tanah dan memberikan nutrisi melalui kotoran mereka ke tanah pada level akar yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.
  • Sedangkan Composters adalah spesies yang hidup secara massal dalam tumpukan organik di permukaan tanah. Mereka mengkonsumsi bakteri, fungi, dan algae yang ada pada dedaunan mati dan bahan organik lainnya dan mengubahnya menjadi humus.

Spesies cacing tanah yang biasa dikomersilkan antara lain Eisenia foetida, Lumbricus rubellus, Lumbricus hortensis, Lumbricus terristris, Eudrilus engeniae, Eisenia andrei, dan Perionyx excavatus. Cacing harimau (Eisenia foetida) dan cacing merah (Rubellus lumbricus) merupakan cacing tanah jenis Composters.

Cacing harimau memiliki garis-garis merah dan kuning pada tubuhnya dan lebih sering menggeliat (meronta) keras ketika berada di tangan manusia.

Cacing harimau (Eisenia foetida)

Cacing harimau (Eisenia foetida)

Cacing merah lebih memilih tinggal di atas permukaan tanah, di bawah kayu lapuk, dedaunan kering dan sampah organik lainnya.

Cacing merah (Lumbricus rubellus)

Cacing merah (Lumbricus rubellus)

ANATOMI CACING TANAH

Tubuh cacing tanah sebagian besar terdiri dari air dan tersusun atas segmen-segmen (sekitar 95 segmen) yang dapat menyusut dan meregang untuk membantu cacing bergerak di dalam tanah. Cacing tanah tidak memiliki tulang, gigi, mata, telinga atau kaki. Cacing tanah memiliki lima jantung.

Cacing tanah memiliki organ perasa yang sensitif terhadap cahaya dan sentuhan (reseptor sel) untuk membedakan perbedaan intensitas cahaya dan merasakan getaran di dalam tanah. Selain itu, mereka juga memiliki kemoreseptor khusus yang bereaksi terhadap rangsangan kimia. Organ-organ perasa pada cacing tanah terletak di bagian anterior (depan/muka).

Anatomi cacing tanah

Anatomi cacing tanah

Kepala cacing tanah terletak pada bagian yang paling dekat dengan clitellum. Mereka biasanya bergerak searah bagian kepala menghadap saat berpindah tempat.

Clitellum adalah segmen pada cacing tanah (mirip korset) tempat kelenjar sel. Fungsinya untuk membentuk kokon (kepompong) dari sekresi lendir dimana sel-sel telur akan diletakkan nantinya di dalam kokon ini. Selama periode kekeringan, beberapa spesies cacing tanah akan kehilangan ciri-ciri seksual sekunder untuk sementara, seperti hilangnya clitellum. Saat keadaan membaik, clitellum akan terbentuk kembali. Clitellum juga bisa menghilang pada usia tua.

Cacing tanah bernapas dengan kulit mereka yang tipis. Kulit cacing harus tetap lembab sepanjang waktu untuk memungkinkan untuk menghirup oksigen yang sangat dibutuhkan. Oksigen yang masuk lewat kulit akan diikat oleh hemoglobin dalam darah dan akan diedarkan ke seluruh tubuh. Jika kulit mereka mengering, cacing tanah akan mati lemas. Kulit cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya matahari langsung ataupun suhu panas yang dapat membuat kulit mereka kering.

Cacing tanah adalah hewan berdarah dingin (poikiloterm), mereka tidak mampu menghasilkan panas tubuh. Suhu tubuh mereka dipengaruhi oleh suhu lingkungan.

MAKANAN CACING TANAH

Dalam kondisi tepat, cacing tanah dapat makan sebanyak berat tubuh mereka per harinya. Sebagai contoh, 1 kg cacing tanah dapat makan 1 kg makanan setiap hari. Namun disarankan untuk memberikan makanan setengah dari berat tubuh cacing di awal pemeliharaan untuk selanjutnya disesuaikan dengan kemampuan makan cacing. Jika makanan terlalu banyak, tempat pemeliharaan akan menjadi bau karena cacing tidak dapat memproses semua makanan sebelum makanan membusuk. Terlalu sedikit, cacing akan kelaparan.

Cacing tanah akan makan apa saja yang bersifat organik yang dapat diuraikan dan harus lembab. Cacing tanah tidak bisa makan makanan kering. Makanan dicerna dalam ampela, yang bertindak seperti gigi untuk menggiling makanan. Usus memecahnya lebih lanjut dan keluar sebagai kotoran (castings) yang sangat bermanfaat bagi tanaman.

Kotoran cacing tanah

Kotoran cacing tanah

Berikut adalah makanan kesukaan cacing tanah:

  • Kardus atau koran yang sudah disobek-sobek dan dilembabkan
  • Dedaunan mati
  • Kulit telur hancur
  • Sabut kelapa
  • Potongan sayur
  • Sisa kupasan kulit kentang, apel, pisang dan kulit sayuran/buah lain

Sebelum diberikan ke cacing tanah, makanan dapat dipotong, diparut, atau diblender. Semakin kecil potongan makanan, akan semakin mudah dicerna oleh cacing. Pemberian makan sebaiknya paling sedikit tiga hari sekali.

Benda yang dilarang berada dalam media pemeliharaan cacing:

  • Benda yang tidak dapat diuraikan seperti plastik, kaca, karet, tulang dan juga bahan kimia seperti sabun dan obat-obatan.
  • Cacing tidak menyukai makanan asam seperti jeruk, lemon dan tomat.
  • Makanan berbau tajam seperti bawang merah, bawang putih, dan kulit jeruk membuat cacing tidak nyaman dan secara naluriah akan menjauhi sumber bau.
  • Makanan seperti sisa daging, makanan berminyak dan produk susu juga tidak sebaiknya diberikan ke cacing karena akan cepat bau dan dapat mengundang hewan lain seperti semut, tikus dan lalat yang dapat mengganggu perkembangan cacing.
  • Makanan lain yang membahayakan cacing antara lain cabai, garam, gula, dan kotoran hewan segar yang belum terfermentasi (mengandung bakteri berbahaya seperti staphylococcus dan streptococcus yang dapat membunuh cacing).

SIKLUS HIDUP CACING TANAH

Sepasang cacing tanah dewasa dapat berkembang biak hingga menghasilkan 1500 ekor cacing dalam satu tahun. Populasi cacing tanah mengalami peningkatan hingga 100% setiap 4-6 bulan. Cacing tanah akan membatasi perkembangbiakan mereka agar sesuai dengan makanan yang tersedia dan ukuran tempat hidup mereka.

Cacing tanah adalah hewan hermafrodit (organ kelamin jantan & betina di dalam satu individu). Meskipun hermafrodit, cacing tanah tidak bisa melakukan reproduksi sendirian karena tidak bisa menyatukan organ kelamin jantan dan organ kelamin betina mereka sendiri. Cacing tanah akan aktif untuk bereproduksi pada keadaan hangat dan lembab. VIDEO: Cacing Tanah Kawin

Cacing tanah kawin

Cacing tanah kawin

Cacing tanah dewasa dapat kawin kira-kira sekali setiap 10 hari, dan dari perkawinan itu, dapat menghasilkan satu atau dua kepompong. Satu kepompong dapat menampung hingga 10 telur, namun biasanya hanya 4 cacing muda yang akan menetas.

Kepompong cacing tanah

Kepompong cacing tanah

Telur cacing tanah dapat menetas setelah 3 minggu jika cuaca hangat, namun bisa mencapai 3 bulan jika cuaca dingin. Saat anak cacing tanah siap keluar, kepompong berubah warna menjadi kemerahan dan berukuran sebesar biji anggur. Anak cacing tanah yang baru menetas berukuran sekitar 1.2 cm, tanpa organ reproduksi, berwarna keputihan dengan semburat merah muda yang menunjukkan pembuluh darah mereka. VIDEO: Cacing Tanah Menetas

Cacing tanah akan mulai matang secara seksual saat clitellum terbentuk dengan sempurna (usia 10-55 minggu, tergantung spesies). Pertumbuhan berat tubuh cacing tanah akan melambat setelah melewati tahap ini.

Sebagian cacing tanah akan mati pada tahun yang sama saat mereka dilahirkan. Sementara yang lain dapat hidup hingga usia 5 tahun atau lebih. Cacing tua ditandai dengan bagian ekor agak pipih dan warna kuning pada ekor sudah mencapai punggung. Bila cacing tanah masih produktif, warna kuning masih ada di ujung ekor.

PREDATOR

Menempati posisi terendah dalam piramida makanan, cacing tanah adalah mangsa mudah bagi hewan lemah seperti semut, katak, kadal, burung, tikus, ayam, dan bebek. VIDEO: The Amazing World of Earthworms

Predator utama cacing tanah

Predator utama cacing tanah

FUN FACTS

  • Cacing tanah terbesar yang pernah ditemukan adalah di Afrika Selatan dengan panjang 6.7 meter. VIDEO: The Giant Earthworm

Cacing tanah raksasa

Cacing tanah raksasa

  • Kandungan utama dalam tubuh cacing tanah adalah protein (64-76%), kandungan lainnya: lemak, kalsium, fosfor dan serat
  • Di beberapa negara di Eropa, seperti Perancis, cacing tanah digunakan sebagai bahan utama makanan: quiche lorraine avec verre de terre (earthworm pie). Di Amerika, pernah ada rumor kalau patty yang digunakan untuk burger salah satu restoran fast food ternama berasal dari cacing tanah, bukan daging sapi yang digiling. Kalau rumor itu benar, saya pribadi tidak masalah, sama-sama high protein dan bentuknya sama saja, sudah bentuk patty. Rumor sejenis juga sering berkembang terhadap makanan olahan yang digiling seperti sosis, nugget, bakso.

Quiche Lorraine avec verre de terre (earthworm pie)

Quiche Lorraine avec verre de terre (earthworm pie)

  • Cacing tanah dapat menumbuhkan kembali ekor mereka selama bagian yang terpotong kurang dari sepertiga panjang tubuh mereka, tapi cacing tanah tidak dapat menumbuhkan kepala mereka jika terpotong
  • Dalam satu hektar tanah, terdapat lebih dari 2,5 juta cacing tanah
  • Di Filipina ada spesies cacing tanah berwarna biru, dan di Inggris ada yang berwarna hijau

Cacing tanah hijau

Cacing tanah hijau

TERNAK CACING TANAH

Untuk beternak cacing tanah kita harus menyiapkan:

1. Wadah Pemeliharaan (Worm Bin)

Wadah pemeliharaan cacing tanah yang sering digunakan adalah wadah plastik atau kayu.

  • Wadah kayu yang berpori memungkinkan oksigen masuk lebih banyak dan baik untuk kelangsungan hidup cacing. Kayu juga dapat meresap air berlebih untuk menjaga agar cacing tanah tidak kebanjiran dan mati tenggelam. Kekurangan wadah kayu adalah akan lapuk setelah 4 tahun, lebih berat dari plastik, dan harus sering disemprot air agar media tinggal cacing tidak kekeringan akibat teresap oleh kayu.
  • Wadah plastik lebih praktis (bisa beli di toko, tanpa harus dirakit) dan lebih ringan, tapi cepat panas, butuh banyak lubang ventilasi agar oksigen dapat masuk dan sirkulasi udara serta temperatur terjaga baik.

Ukuran ideal wadah pemeliharaan untuk setengah kilogram cacing tanah adalah (60cm x 60cm x 30cm). Wadah pemeliharaan biasanya dibuat 2 tingkat, dimana wadah bagian bawah digunakan untuk menampung cairan kompos (worm tea) yang baik diberikan ke tanaman dalam kondisi segar.

Buat 20 lubang pada bagian dasar wadah atas secara merata (diagonal, vertikal, horizontal) agar cairan dapat jatuh ke wadah bawah, lapisi dasar wadah atas dengan kain/karung goni agar cacing tidak ikut jatuh.

Sekitar 2,5cm dari bagian penutup wadah atas, buat 8 lubang ventilasi pada tiap sisinya. Buat 30 lubang kecil pada penutup.

Wadah pemeliharaan harus memiliki penutup yang rapat agar hewan pengganggu tidak bisa masuk. Kapur anti serangga juga bisa ditorehkan di lantai sekeliling wadah agar serangga tidak masuk. Wadah diletakkan di tempat gelap yang tidak terjangkau cahaya matahari langsung ataupun air hujan.

2. Bedding

Bedding adalah media tempat hidup cacing. Setelah wadah pemeliharaan sudah siap, buat bedding dengan campuran: sobekan kardus dan koran, potongan sabut kelapa, dedaunan mati, dan pecahan kulit telur. Lapisan ini setidaknya setinggi 10 cm, dan semprot air hingga lembab dan jangan dipadatkan agar lapisan ini dapat menerima asupan oksigen yang cukup. Bedding harus diganti setiap 6 bulan sekali.

Bedding harus lembab agar cacing tanah dapat bernafas

Bedding harus lembab agar cacing tanah dapat bernafas

3. Makanan

Setelah bedding siap, tunggu sehari sebelum cacing tanah dimasukkan. Lalu makanan dapat diselipkan sedikit di bawah permukaan bedding agar tidak terekspos dan mengundang lalat. Setiap pemberian makanan, letakkan pada sisi wadah yang berbeda dari pemberian sebelumnya. Makanan selanjutnya dapat diberikan setiap 3 hari sekali sebanyak berat tubuh cacing, bila kurang, dapat ditambahkan pada pemberian makan berikutnya.

Setelah 6 bulan, bedding akan habis dan hanya tersisa kotoran cacing berwarna cokelat. Saat itu adalah saat tepat untuk memanen kotoran cacing (castings) dan mengganti dengan bedding baru. Geser semua material di dalam wadah pemeliharaan ke salah satu sisi (kanan atau kiri). Letakkan bedding baru di sisi lain dan selalu beri makan di sisi ini. Cacing tanah akan pindah ke bedding baru setelah 2 minggu.

GALLERY: Tahapan dalam pemeliharaan cacing tanah

ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA & ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN KAS

ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN

MODAL KERJA

Analisis sumber dan penggunaan modal kerja atau sering disebut juga dengan analisis aliran dana, merupakan alat analisis finansial yang digunakan untuk mengetahui darimana dana didapatkan dan untuk apa dana tersebut dibelanjakan. Dengan demikian aliran dana dapat dikatakan sebagai dasar atau titik awal pembentukan suatu perusahaan hingga berlangsungnya suatu perusaahaan Analisis sumber – sumber dan penggunaan modal kerja digunakan untuk mengetahui sumber serta penggunaan modal kerja selama periode tertentu.

  • PENGERTIAN MODAL KERJA

Modal kerja didefinisikan sebagai aktiva lancar dikurangi kewajiban lancar. Jhon Fred Weston dan Thomas E.Copeland (1996 : 327) menjelaskan bahwa modal kerja merupakan investasi perusahaan dalam bentuk uang tunai, surat berharga, piutang dan persediaan, dikurangi dengan kewajiban lancar yang digunakan untuk membiayai aktiva lancar.

  • TUJUAN DAN SUMBER MODAL KERJA

Tujuan laporan perubahan modal kerja adalah memberikan ringkasan transaksi keuangan yang terjadi selama satu periode dengan menunjukan sumber dan penggunaan modal kerja dalam periode tersebut. Laporan perubahan modal kerja akan memberikan gambaran tentang bagaimana management mengelolah perputaran atau sirkulasi modalnya. Dimana sumber- sumber modal kerja berasal :

  1. Hasil operasi perusahaan.
  2. Keuntungan dari pernjualan surat-surat berharga ( investasi jangka pendek )
  3. Penjualan aktiva tidak lancar
  4. Penjualan saham atau obligasi

Menurut Munawir S (1995 : 114), ada tiga konsep atau definisi modal kerja yang umum dipergunakan),yaitu:

1. Konsep kuantitatif

Konsep ini Menitik beratkan kepada kuantum yang diperlukan untuk mencukupi kebutuhan perusahaan dalam membiayai operasinya yang bersifat rutin atau menunjukkan jumlah dana yang tersedia untuk tujuan operasi jangka pendek. Dalam konsep ini menganggap bahwa modal kerja adalah jumlah aktiva lancar. Konsep ini tidak mementingkan kualitas dari modal kerja, apakah modal kerja dibiayai para pemilik, hutang jangka pendek, sehingga dengan modal kerja yang besar tidak apat mencerminkan tingkat keamanan para kreditur jangka pendek yang besar juga. Bahkan menurut konsep ini dengan adanya modal kerja yang besar tidak menjamin kelangsungan operasi yang akan datang, serta tidak mencerminkan likuiditas perusahaan yang bersangkutan.
2 .Konsep Kualitatif

Konsep ini menitik beratkan pada kualitas modal kerja, pengertian modal kerja dalam konsep ini adalah kelebihan aktiva lancar terhadap hutang lancar. Definisi ini bersifat kualitatif karena menunjukkan tersedianya aktiva lancar yang lebih besar dari hutang lancar dan menunjukkan pula tingkat keamanan bagi para kreditur jangka pendek, serta menjamin kelangsungan operasi dimasa mendatang dan kemampuan perusahaan untuk memperoleh tambahan pinjaman jangka pendek dengan jaminan lainnya. 3.Konsep Fungsional Konsep ini menitik beratkan pada fungsi dana yang dimiliki dalam rangka menghasilkan pendapatan (laba) dari usaha pokok perusahaan. Pada dasarnya dana yang dimiliki oleh perusahaan sepenuhnya akan digunakan untuk menghasilkan laba, ada sebagian dana yang akan digunakan untuk memperoleh atau menghasilkan laba dimasa yang akan datang. Misalnya bangunan, pabrik, alat-alat kantor dan aktiva tetap lainnya. Ada 2 konsep utama modal kerja menurut James C. Van Horn dan John M. Wachowicz, Jr. (1997 : 214) yaitu : 1.Modal Kerja Bersih, yaitu perbedaan jumlah aktiva lancar dengan kewajiban lancar. Konsep ini merupakan ukuran sejauh mana perusahaan dilindungi dari masalah likuiditas. 2.Modal Kerja Kotor, yaitu Investasi perusahaan dalam aktiva lancar (seperti kas, sekuritas, piutang, dan persediaan).

  1. Konsep Fungsional

Konsep ini menitik beratkan fungsi dari dana yang dimiliki dalam rangka menghasilkan pendapatan (laba) dari usaha pokok perusahaan, pada dasarnya dana-dana yang dimiliki oleh perusahaan seluruhnya akan digunakan untuk menghasilkan laba periode ini (current income), ada sebagian dana yang akan digunakan untuk memperoleh atau menghasilkan laba di masa yang akan datang. Misalnya : Bangunan, mesin-mesin, pabrik, alat-alat kantor dan aktiva tetap lainnya.

  • FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MODAL KERJA

Modal kerja yang cukup memang sangat penting bagi perusahaan, tapi berapakah modal kerja yang dianggap cukup bagi suatu perusahaan tergantung atau dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :

  1. Sifat umum atau tipe perusahaan mempunyai perbedaan kebutuhan modal kerja
  2. Waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi atau memperoleh barang yang akan dijual serta harga per satuan dari barang tersebut.
    3. Tingkat Perputaran Persediaan
  3. Tingkat Perputaran Piutang
  4. Pengaruh Konjungtor
  5. Derajat risiko kemungkinan menurunnya harga jual aktiva jangka pendek
  6. Pengaruh Musim
  7. Kredit Rating dari Perusahaan
  • SEBAB PERUBAHAN MODAL KERJA
  1. Adanya kenaikan sector modal baik yang berasal dari laba maupun adanya pengeluaran modal saham atau tambahan investasi dari pemilik perusahaan maka modal kerja akan bertambah
  2. Ada pengurangan atau penurunan aktiva tetap yang diimbangi dengan bertambahnya aktiva lancar karena adanya penjualan aktiva tetap maupun melalui proses depresiasi,modal kerja kan bertambah
  3. Ada penambahan hutang jangka panjang baik dalam bentuk obligasi, hipotek, atau hutang jangka panjang lainnya yang diimbangi dengan bertambahnya aktiva lancar, maka modal kerja akan bertambah
  4. Karena kerugian yang diderita oleh perusahaan, baik kerugian normal maupun kerugian exidentil.maka akan mengurangi modal kerja.
  5. Adanya pembentukan dana atau pemisahan aktiva lancar untuk tujuan-tujuan tertentu dalam jangka panjang.maka akan mengurangi modal kerja
  6. Adanya penambahan atau pembelian aktiva tetap maka akan mengurangi modal kerja
  7. Pengambilan uang atau barang yang dilakukan oleh pemilik perusahaan untuk kepentingan pribadi.

Langkah-langkah Dalam Analisis Sumber Dan Penggunaan Modal Kerja

Sebelum mengemukakan langkah-langkah dalam menganalisis sumber dan penggunaan modal kerja, akan dikemukakan terlebih dahulu yang termasuk kedalam sumber modal kerja dan juga penggunaan modal kerja. Sumber Modal Kerja Pada dasarnya, sumber modal kerja terdiri dari dua pokok, yaitu:

  1. Bagian yang tetap atau bagian yang permanen yaitu jumlah minimum yang harus tersedia agar perusahaan dapat berjalan dengan lancar tanpa kesulitan keuangan, dan
  2. Jumlah modal kerja yang variabel yang jumlahnya tergantung pada aktivitas musiman dan kebutuhan-kebutuhan diluar aktivitas yang biasa.

Sumber-sumber modal kerja pada umumnya berasal dari:

  1. Hasil operasi perusahaan, adalah jumlah pendapatan yang nampak dalam laporan perhitungan laba rugi ditambah dengan depresiasi dan amortisasi.
  2. Keuntungan dari penjualan surat-surat berharga (investasi jangka pendek), dalam menganalisis sumber modal kerja yang berasal dari keuntungan penjualan surat-surat berharga harus dipisahkan dengan modal kerja yang berasal dari hasil usaha pokok perusahaan. Dari hasil penjualan surat berharga ini menyebabkan terjadinya perubahan dalam unsur modal kerja yaitu dari bentuk surat berharga berubah menjadi kas.
  3. Penjualan aktiva tidak lancar, perubahan aktiva tidak lancar menjadi kas atau piutang akan menyebabkan bertambahnya modal kerja. Apabila hasil dari penjualan aktiva tetap atau aktiva tidak lancar ini tidak digunakan untuk mengganti aktiva yang bersangkutan, akan menyebabkan keadaan aktiva lancar sedemikian besarnya sehingga melebihi jumlah modal kerja yang dibutuhkan (adanya modal kerja yang berlebih-lebihan).
  4. Penjualan saham atau obligasi, Perusahaan dapat mengeluarkan obligasi atau bentuk hutang jangka panjang guna memenuhi kebutuhan modal kerjanya penjualan obligasi ini mempunyai konsekuensi bahwa perusahaan harus membayar bunga tetap, oleh karena itu dalam mengeluarkan hutang dalam bentuk obligasi ini harus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Penjualan obligasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan (terlalu besar) disamping menimbulkan beban bunga yang besar, juga akan mengakibatkan keadaan aktiva lancar yang besar sehingga melebihi jumlah modal kerja yang dibutuhkan.

Berikut contoh laporan perubahan modal kerja dan laporan sumber dan penggunaan modal kerja menurut Bambang Riyanto (2001:356)

  1. ayu, Laporan Perubahan Modal Kerja periode 31 Desember 1980 – 31 Desember 1981 (dalam ribuan rupiah)  a.png

di atas  menunjukan bahwa modal kerja PT. ayu pada tahun 1981 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar Rp.400,00 yang berasal dari bertambahnya kas Rp.100,00 dan barang (inventory) Rp.400,00, serta berkurangnya hutang perniagaan sebesar Rp.500,-, yang dikuti berkurangnya efek dan piutang masing-masing Rp.200,00, serta bertambahnya hutang wesel sebesar Rp.200,00

  1. ayu, Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja periode 31 Desember 1980-31 Desember 1981 (dalam ribuan rupiah)   b

di atas menunjukan sumber-sumber modal kerja pada PT. ayu berasal dari keuntungan neto, depresiasi dan bertambahnya utang jangka panjang, dimana penggunaan modal kerjanya adalah pembagian deviden, penambahan mesin, pembelian tanah dan sisanya sebagai tambahan modal kerja.

Sumber :

http://sitipuryandani.blogspot.com/2013/04/materi-alk-analisis-sumber-dan.html

http://elfiraworotitjan.wordpress.com/2010/09/19/analisis-laporan-sumber-dan-penggunaan-modal-kerja-studi-perbandingan-pada-perusahaan-kosmetik-yang-listing-di-bei%E2%80%9D/

ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP)

ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP), ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN KAS,

  1. Pengertian Analisis Break Even Poin (Titik Impas)

Break Even Point (BEP) dapat diartikan sebagai suatu titik atau keadaan dimana perusahaan di dalam operasinya tidak memperoleh keuntungan dan tidak menderita kerugian. Dengan kata lain, pada keadaan itu keuntungan atau kerugian sama dengan nol. Hal tersebut dapat terjadi bila perusahaan dalam operasinya menggunakan biaya tetap, dan volume penjualan hanya cukup untuk menutup biaya tetap dan biaya variabel. Apabila penjualan hanya cukup untuk menutup biaya variabel dan sebagian biaya tetap, maka perusahaan menderita kerugian. Dan sebaliknya akan memperoleh memperoleh keuntungan, bila penjualan melebihi biaya variabel dan biaya tetap yang harus di keluarkan.

  1. Syarat-syarat Analisi Break Even Point
  2. Harga jual tidak berubah-ubah
  3. Seluruh biaya dapat dibagi ke dalam biaya tetap dan biaya variabel.
  4. Biaya variabel bersifat proposional.
  5. Jika barang yang diproduksi lebih dari satu jenis, maka komposisi barang yang dijual tidak berubah-ubah.
  6. Manfaat Analisis Break Even (Titik Impas)

Analisis Break even secara umum dapat memberikan informasi kepada pimpinan, bagaimana pola hubungan antara volume penjualan, cost/biaya, dan tingkat keuntungan yang akan diperoleh pada level penjualan tertentu. Analisis break even dapat membantu pimpinan dalm mengambil keputusan mengenaihal-hal sebagai berikut:

  1. Jumlah penjualan minimal yang harus dipertahankanagar perusahaan tidak mengalami kerugian.
  2. Jumlah penjualan yang harus dicapai untuk memperoleh keuntungan tertentu.
  3. Seberapa jauhkah berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak menderita rugi.
  4. Untuk mengetahui bagaimana efek perubahan harga jual, biaya dan volume penjualan terhadap keuntungan yang diperoleh.
  5. Jenis Biaya Berdasarkan Break Even (Titik Impas).

Biaya yang dikeluarkan perusahaan dapat dibedakan sebagai berikut:

  1. Variabel Cost (biaya Variabel)

Variabel cost merupakan jenis biaya yang selalu berubah sesuai dengan perubahan volume penjualan, dimana perubahannya tercermin dalam biaya variabel total. Dalam pengertian ini biaya variabel dapat dihitung berdasarkan persentase tertentu dari penjualan, atau variabel cost per unit dikalikan dengan penjualan dalam unit.

  1. Fixed Cost (biaya tetap)

Fixed cost merupakan jenis biaya yang selalu tetap dan tidak terpengaruh oleh volume penjualan melainkan dihubungkan dengan waktu(function of time) sehingga jenis biaya ini akan konstan selama periode tertentu. Contoh biaya sewa, depresiasi, bunga. Berproduksi atau tidaknya perusahaan biaya ini tetap dikeluarkan.

  1. Semi Varibel Cost

Semi variabel cost merupakan jenis biaya yang sebagian variabel dan sebagian tetap, yang kadang-kadang disebut dengan semi fixed cost. Biaya yang tergolong jenis ini misalnya: Sales expense atau komisi bagi salesman dimana komisi bagi

  1. Menentukan Break Even Point (BEP)
  • Mathematical Approach

BEP dapat ditentukan atau dihitung berdasarkan formula tertentu, yaitu:

BEP (q) = FC / (P – AVC) ……. (rumus 1)

FC

BEP (rp)= ———— …….(rumus 2)

1 – VC/TR

Formulasi break even point yang dikembangkan:

Break even point adalah titik dimana perusahaan belum memperoleh keuntungan tetapi juga tidak dalam kondisi rugi, maka Break Even Point dapat kita formulasikan secara sederhana sebagai berikut:

BEP -> TR = TC

TR = Total Revenue

TC = Total Cost

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait dengan Sales, Cost, Volume, Profit termasuk waktunya, kita coba kembangkan formula sederhana di atas sehingga menjadi lebih flexible dan bisa beradaptasi dengan situasi yang berbeda-beda, yaitu dengan membentuk persamaan linear sederhana seperti dibawah ini:

TR = TC

TR – TC = 0

Karena TR adalah untuk “Total Revenue” maka TR dapat kita turunkan menjadi :

TR = Unit Price x Qty

Sedangkan TC stand for “Total Cost”, yang mana kita semua tahu bahwa dalam Cost Accounting, cost itu ada 2 macamnya, yaitu: “Variable Cost” dan “Fixed Cost”, maka

turunan dari TC adalah:

TC = Variable Cost + Fixed Cost

Dari formula di atas kita turunkan lagi menjadi:

TC = [Qty x Unit Variable Cost] + Fixed Cost

Semua elemen yang ada sudah habis diturunkan, selanjutnya membuat persamaan linear

secara penuh untuk kondisi “Break Even Point”:

TR – TC = 0

[Qty x Unit Price] – [(Qty x Unit VC) + Fixed Cost] = 0, atau

[Qty x Unit Price] – [Qty x Unit VC] – Fixed Cost = 0 Laboratorium Pengembangan Akuntansi 44

Qty x [Unit Price – Unit Variable Cost] = Fixed Cost

ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN KAS

  1. Pengertian
  • Laporan perubahan kas (cash flow statement) atau laporan sumber dan penggunaan kas disusun untuk menunjukan perubahan kas selama satu periode dan memberikan alasan mengenai perubahan tersebut dengan menun jukan darimana sumber-sumber kas dan penggunaan-penggunaanya.
  • Laporan sumber dan penggunaan kas menggambarkan atau menunjukan aliran atau gerakan kas yaitu sumber-sumber penerimaan dan penggunaan kas dalam periode yang bersangkutan.
  • Laporan sumber dan penggunaan kas akan dapat digunakan sebagai dasar dalam menaksir kebutuhan kas dimasa mendatang dan kemungkinan sumber-sumber yang ada.
  1. Sumber Penerimaan dan Penggunaan Kas
  • Kas merupakan aktiva yang paling likwid atau merupakan salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi likwiditasnya.
  • Oleh karena itu kas harus direncanakan dan diawasi dengan baik. Baik penerimaan maupun penggunaannya.
  • Sumber penerimaan kas suatu perusahaan :
  1. Hasil penjualan investasi jangka panjang
  2. Penjualan, emisis saham atau adanya tambahan modal dari pemilik dalam bentuk kas.
  3. Pengeluaran surat tanda bukti hutang (wesel, obligasi)
  4. Bertambahanya Hutang (kewajiban ) baik jangka pendek maupun panjang.
  5. Adanya penurunan atau berkurangnya aktiva lancar selain kas yang diimbangi dengan adanya penerimaan kas.
  6. Adanya penerimaan kas karena sewa , bunga atau devuden dari investasinya, sumbangan, hadiah dan restitusi pajak.

Sedangkan penggunaan atau pengeluaran kas dapat disebabkan karena adanya transaksi-transaksi sebagai berikut.

Penggunaan Kas :

  1. Pembelian saham atau obligasi sebagai investasi jangka pendek maupun jangka panjang.
  2. Penarikan kembali saham yang beredar maupun pengambilan (prive) oleh pemilik.
  3. Pelunasan atau pembayaran angsuran hutang
  4. Pembelian barang dagangan secara tunai.
  5. Pembayaran biaya operasi perusahaan.
  6. Pengeluaran kas untuk pembayaran deviden, pajak, denda dsb.
  7. Laporan Sumber dan Penggunaan Kas

Penyusunan laporan perubahan kas atau sumber penggunaan kas dapat dilakukan dengan meringkas jurnal penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas. Cara ini memakan waktu yang lama karena harus menggolongkan setiap transaksi kas menurut sumber masing-masing serta tujuannya, dan cara ini hanya dapat dilakukan oleh internal analisis yang memungkinkan memperoleh datanya dengan lengkap dan masih murni. Bagi eksternal analisis, menyusun laporan sumber dan penggunaan kas dapat dilakukan dengan menganalisis perubahan yang terjadi dalam laporan keuangan yang diperbandingkan antara dua waktu atau akhir periode serta informasi-informasi lain yang mendukung terjadinya perubahan tersebut. Dalam menganalisis perubahan yang terjadi harus diperhatikan kemungkianan adanya perubahan atau transaksi yang tidak mempengaruhi kas (NoncashTransaction).

Transaksi-transaksi yang tidak mempengaruhi uang kas diantaranya sebagai berikut:

  1. Adanya pengakuan atau pembebanan depresiasi, amortisasi dan deplesi terhadap aktiva tetap, Intangible asset, dan wasting assets. Biaya operasi ini merupakan biaya yang tidak memerlukan pengeluaran kas.
  2. Pengakuan adanya kerugian piutang baik dengan membentuk cadangan kerugian piutang maupun tidak, dengan penghapusan piutang karena piutang yang bersangkutan sudah tidak dapat ditagih lagi.
  3. Adanya penghapusan atau pengurangan nilai buku dari aktiva yang dimiliki dn penghentian dari penggunaan aktiva tetap karena yang bersangkutan telah habis disusut dan atau suadah tidak dapat dipakai lagi.
  4. Adanya pembayaran stock devidend (deviden dalam bentuk saham), adanya penyisihan atau pembatasan penggunaan laba, dan adanya penilaian kembali (revaluasi) terhadapa kativa tetap yang dimiliki oleh perusahaan.
  5. Langkah-langkah dalam Penyususnan Laporan Sumber-sumber dan Pengunaan Dana dalam Aliran Kas.

Dalam menyusun laporan sumber-sumber dan pengunaan kas, dimana dana dalam artian kas memiliki langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Mendaftar pos-pos neraca yang diperbandingkan antara dua titik waktu tertentu dalam kolom pertama dan kedua.
  2. Mendaftar pos-pos laopran rugi laba dari tahun yang diperbandingkan (Current year).
  3. Tentukankenaikan dan penurunan yang terjadi pada pos-pos neraca, tunjukkan dalam kolom “perubahan” debit dan kredit. Kolom perubahan debit untuk mencatat adanya kenaikan aktiva, penurunan utang dan modal serta bertambahnya biaya dan berkurangnya penghasilan. Sedangkan kolom kredit untuk mencatat penurunan aktiva, kenaikan utang dan modal, bertambahnya penghasilan dan berkurangnya biaya.
  4. Menganalisis perubahan-perubahan yang terjadi pada pos-pos neraca dan pos-pos laba rugi untuk menentukan adanya perubahan yang tidak mempengaruhi kas.
  5. Membuat jurnal penyesuaian dalam lembar kerja tersebut untuk menghilangkan akibat atau pengaruh transaksi nonkas yang sudah dicatat dalam periode tersebut.
  6. Memindahkan saldo atau perubahan setelah disesuaikan (kecuali perubahan kas) kedalam kolom “kenaikan dan penurunan kas” atau “sumber dan pengunaan kas”.

Penurunan aktiva (selain kas), kenaikan utang, modal dan penghasilan merupakan sumber kas, sedangkan kenaikan aktiva (selain kas), penurunan utang, modal dan kenaikan biaya merupakan penggunaan kas karena perubahan tidak perlu dipindahkan ke kolom sumber dan penggunaan kas karena penggunaan kas inilah yang dianalisis, selisih jumlah kolom sumber kas dengan penggunaan kas harus sama dengan perubahan yang terjadi dalam pos “KAS”

  1. Untuk menyusun laporan sumber dan penggunaan kas datannya diambil dari dua kolom terakhir dari lembar kerja.
  2. Transaksi yang Tidak Mempengaruhi Kas
  1. Adanya pengakuan atau pembebanan depresiasi, amortisasi, dan deplesi terhadap aktiva tetap, intangible asset dan dan wasting asset. Biaya depresiasi ini merupakan biaya yang tidak memerlukan pengeluaran kas.
  2. Pengakuan adanya kerugian piutang baik dengan membentuk cadangan kerugian piutang maupun tidak dan penghapusan piutang karena piutang yang bersangkutan tidak dapat ditagih.
  3. Adanya penghapusan atau pengurangan nilai buku dari aktiva yang dimilikikarena aktiva ybs telah habis disusutkan atau sudah tidak dapat dipakai lagi.
  4. Adanya pembayaran stock deviden, adanya penyisihan atau pembatasan pengguanaan laba dan adanya penilaian kembali (revaluasi) terhadap aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan.

Terhadap trasnsaksi-transaksi yang tidak mempengaruhi kas tersebut harus dilakukan jurnal penyesuaian (adjustment dan reversal).

sumber: http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/kursus_financial_analysis/KAS.pdf

ARTIKEL LAPORAN KEUANGAN

Analisis keuangan digunakan untuk menilai kelangsungan usaha, stabilitas, profitabilitas dari suatu usaha, sub usaha atapun proyek. Analisis keuangan dilakukan oleh seorang profesional yang menyajikan laporan dalam bentuk rasio yang menggunakan informasi sebagaimana tersaji dalam laporan keuangan. Laporan ini biasanya disajikan kepada pimpinan puncak suatu usaha sebagai acuan untuk mengambil suatu kebijakan perusahaan.

Berdasarkan hasil analisis ini maka manajemen dapat memutuskan berbagai keputusan manajemen misalnya :

  • Melanjutkan atau tidak melanjutkan operasional suatu usaha atau bagian dari suatu usaha.
  • Melakukan pembuatan atau pembelian bahan baku dalam proses produksi
  • Melakukan pembelian atau menyewa mesin-mesin produksi
  • Melakukan penerbitan saham atau melakukan negosiasi untuk memperoleh pinjaman bank guna meningkatkan modal kerja perseroan.
  • Berbagai keputusan lainnya yang memungkinkan manajemen melakukan pilihan yang tepat terhadap berbagai alternatif yang ada dalam mengelola perusahaan.

Metode

Analisis keuangan seringkali menggunakan rasio keuangan dari tingkat solvabilitas , profitabilitas, pertumbuhan usaha.

  • Kinerja masa lalu untuk suatu masa tertentu misalnya selama 5 tahun
  • Kinerja mendatang: menggunakan figur kinerja masa lalu dan teknik matematika serta statistik, termasuk nilai sekarang dan nilai mendatang. Metode perhitungan ini adalah merupakan penyebab dari kesalahan analisis keuangan dimana statistik masa lalu dapat menyebabkan rendahnya prediksi masa mendatang.
  • Perbandingan kinerja yaitu membandingkan kinerja antara beberapa perusahaan dalam industri sejenis.

Tujuan Analisa

            Dalam menganalisa dan menilai posisi keuangan dan potensi atau kemajuan perusahaan, faktor yang paling utama untuk mendapatkan perhatian oleh penganalisa adalah :

  1. Likwiditas

Menunjukkan kemampuan suatu usaha perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi./kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih. Kebalikannya yaitu ilikwid atau perusahaan tidak dapat segera memenuhi kewajiban keuangannya pada saat ditagih.

Kewajiban keuangan suatu perusahaan pada dasarnya digolongkan menjadi 2 :

  • Kemampuan keuangan yang berhubungan dengan pihak luar perusahaan (kreditur).disebut dengan likwiditas badan usaha.
  • Kewajiban keuangan yang berhubungan dengan proses produksi (intern perusahaan)/ likwiditas perusahaan.
  1. Solvabilitas

Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut dilikwidasikan baik kewajiban keuangan jangka pendek maupun jangka panjang. Perusahaan dikatakan solvabilitas apabila perusahaan tersebut mempunyai aktiva / kekayaan yang cukup untuk membayar semua hutang. Ketika aktiva tidak cukup/ lebih kecil daripada jumlah hutangnya berarti perusahaan tersebut dalam keadaan insolvabel.

Dalam hubungan antara likwiditas dan solvabilitas ada empat kemungkinan yang dapat dialami perusahaan :

  1. Perusahaan yang likwid dan solvabel
  2. Perusahaan yang likwid tetapi insolvabel
  3. Perusahaan yang illikwid dan insovabel
  4. Perusahaan yang illikwid tetapi solvable

Baik perusahaan yang insolvabel maupun yang illikwid menunjukkan keadaan keuangan yang kurang baik,karena keduanya pada suatu waktu akan menhadapi kesulitan keuangan. Perusahaan yang dilikwid akan segera mengalami kesulitan keuangan walaupun perusahaan tersebut dalam keadaan solvabel. Sebaliknya kalau perusahaan dalam keadaan insolvabel tetapi likwid tidak segera akan mengalami kesulitan keuangan, dan kesulitan keuangan baru timbul kalau perusahaan itu dibubarkan.

  1. Rentabilitas/profitability

Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Rentabilitas suatu perusahaan dapat diukur dengan dengan kesuksesan perusahaan dan kemampuan menggunakan aktivanya secara produktif. Dapat dibandingkan dengan laba yang diperoleh dalam suatu periode dengan jumlah aktiva / jumlah modal perusahaan.

Modal dapat berupa modal sendiri dan dari kreditur (modal asing). Dengan adanya dua sumber modal tersebut, maka dapat dihitung dengan dua cara :

  1. Perbandingan antara laba usaha dengan seluruh modal yang digunakan  (modal sendiri dan modal asing) yang disebut dengan rentabilitas ekonomi
  2. Perbandingan antara laba yang tersedia untuk pemilik perusahaan dengan jumlah modal sendiri yang dimasukka oleh pemilik perusahaan tersebut. Yang disebut rentabilitas modal sendiri atau tentabilitas usaha.

Rentabilitas sering digunakan untuk mengukur effisiensi penggunaan modal dalam suatu perusahaan dengan membandingkan antara laba dengan modal yang digunakan dalam operasi,. Karena rentabilitas tinggi lebih penting dari pada keutungan besar.

  • Stabilitas usaha

Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melakukan usahanya dengan stabil, diukur dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk membayar beban bunga atas hutang- hutangnya dan akhirnya membayar kembali hutang-hutangnya tersebut tepat waktu. Serta kemampuan perusahaan untuk membayar dividend secara teratur kepada pemegang saham tanpa mengalami hambatan atau krisis keuangan.

Faktor yang penting bagi kreditur adalah rentabilitas, karena rentabilitas merupakan jaminan yang utama bagi para kreditur tersebut dengan tanpa mengabaikan faktor-faktor lainnya.

Faktor-faktor tersebut dapat diketahui dengan cara menganalisa dan menginterpretasikan laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan dengan menggunakan metode atau teknik analisa yang tepat sesuai dengan tujuan analisa.

  • Prosedur Analisa

Untuk dapat menganalisa laporan keuangan dengan hasil yang memuskan maka perlu mengetahui latar belakang dari data keuangan tersebut.

Bentuk dan isi laporan keuangan tidak atau belum ada keseragaman diantara perusahaan industri maupun perdagangan, sehingga klasifikasi dari pos-pos yang ada dalam laporan keuangan suatu perusahaan akan berbeda-beda dengan perusahaan yang lain. Perbedaan tersebut dapat disebabkan karena :

  1. Laporan trsebut disesuaikan dengan tekanan atau tujuan management  dengan maksud laporan keuangan.
  2. Perbedaan pendapat di antara mereka yang menyusun laporan tersebut.
  3. Perbedaan pengetahuan serta pengalaman dari akuntan yang menyusun laporan keuangan.
  4. Adanya kegagalan untuk mengetrapkan sebutan-sebutan (terminology) ataupun klasifikasi yang terbaru yang telah diterima umum atau lazim digunakan.

Setelah mempelajari /menyusun laporan keuangan, kemudian mengadakan perhitungan- perhitungan, analisa dan interprestasi dengan menggunakan metode dan teknik analisa yang tepat sesuai dengan tujuan analisa.

  1. Metode dan Teknik Analisa

Metode dan teknik analisa digunakan untuk menentukan dan mengukur hubungan antara pos-pos yang ada dalam laporan keuangan, sehingga dapat diketahui perubahan-perubahan dari masing-masing pos tersebut bila dibandingkan dengan laporan dari beberapa metode untuk satu perusahaan tertentu, atau dibandingkan dengan alat-alat pembanding lainnya. Missalnya dibandingkan dengan laporan keuangan yang di budgetkan atau dengan laporan keuangan perusahaan lainnya.

Tujuannya adalah untuk menyederhanakan data sehingga dapat lebih mengerti. Pertama analisis harus mengorganisir atau mengumpulkan data yang diperlukan, mengukur kemudian menganalisa dan menginterprestasikan sehingga data tersebut jadi lebih berarti.

Dua metode yang digunakan oleh penganalisa laporan keuangan. Yaitu ;

  • Analisa horizontal

Analisa dengan mengadakan pembandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat, sehingga akan diketahui perkembangannya. Disebut juga dengan metode analisa dinamis.

  • Analisa vertical

Apabila laporan keuangan yang dianalisa hanya meliputi satu periode atau satu saat saja, dengan membandingkan antara pos yang satu dengan pos yang lainnya dalam laporan keuangan tersebut, sehingga akan diketahui dengan keuntungan atau hasil operasi pada saat itu saja. Disebut juga dengan analisa statis karena kesimpulan yang dapat diperoleh hanya untuk periode itu saja tanpa mengetahui perkembangannya.

Teknik analisa yang digunakan dalam analisa laporan keuangan adalah sebagai berikut :

  • Analisa perbandingan laporan keuangan

Adalah metode dan teknik analisa dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk dua periode atau lebih dengan menunjukkan :

  1. Data absolut atau jumlah-jumlah dalam rupiah
  2. Kenaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah
  3. Kenaikan atau penurunan dalam prosentase
  4. Perbandingan yang dinyatakan dengan ratio
  5. Prosentase dari total

Analisa dengan metode ini akan dapat diketahui perubahan-perubahan yang terjadi, dan perubahan mana yang memperlukan penelitian lebih lanjut.

  1. Trend atau tendensi posisi kemajuan keuangan perusahaan yang dinyatakan dalam prosentase (trend presentage analysis) adalah suatu metode atau teknik analisa untuk mengetahui tendensi dari keadaan keuangan, apakah menunjukkan tendensi tetap, naik atau turun.
  2. Laporan dengan prosentase perkomponen atau common size statement, adalah suatu metode analisa untuk mengetahui prosentase investasi pada masing-masing aktiva terhadap total aktivanya, juga untuk mengetahui struktur permodalannya dan komposisi per ongkosan yang terjadi dihubungkan dengan jumlah penjualan.
  3. Analisa sumber dan penggunaan modal kerja adalah suatu analisa untuk mengetahui sumber- sumber serta penggunaan modal kerja / untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya modal kerja dalam periode tertentu.
  4. Analisa sumber dan penggunaan kas (cash flow statement analysis), adalah suatu analisa untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya jumlah uang kas atau untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan uang kas selama periode tertentu.
  5. Analisa ratio adalah suatu metode analisa untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan laba/rugi secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut.
  6. Analisa perubahan laba kotor (gross profit analysis) adalah suatu analisa untuk mengetahui sebab-sebab perubahan laba kotor suatu perusahaan dari periode ke periode yang lain atau perubahan laba kotor suatu periode dengan laba yang dibudgetkan untuk periode tertentu.
  7. Analisa Break-even adalah suatu analisa untuk menentukan tingkat penjualan yang harus dicapai oleh suatu perusahaan agar perusahaan tersebut tidak menderita kerugian, tetapi juga belum memperoleh keuntungan. Dengan analisa break even ini juga akan diketahui berbagai tingkat keuntungan atau kerugian untuk berbagai tingkat penjualan.

Metode dan teknik analisa manapun yang digunakan, kesemuanya adalah permulaan dari proses analisa yang diperlukan untuk menganalisa laporan keuangan, dan setiap ,metode analisa mempunyai tujuan yang sama, untuk membuat agar data dapat lebih dimengerti sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

  • Analisis Perbandingan

Neraca menunjukkan aktiva, hutang dan modal perusahaan pada suatu saat tertentu, dengan demikian neraca yang diperbandingkan menunjukkan aktiva, hutang serta modal perusahaan pada dua tanggal atau lebih untuk satu perusahaan, atau pada tanggal tertentu untuk dua perusahaan yang berbeda. Dengan membandingkan neraca dua tanggal atau lebih akan dapat diketahui perubahan-perubahan yang terjadi.

Perubahan penting diketahui karena akan menunjukkan sampai seberapa jauh perkembangan keadaan keuangan perusahaan dimana perubahan-perubahan di dalam neraca dalam suatu periode mungkin disebabkan karena :

  1. Laba/rugi yang bersifat operasionil maupun yang incidental
  2. Diperolehnya aktiva baru maupun adanya perubahan bentuk aktiva
  3. Timbulnya atau lunasnya hutang maupun adanya perubahan bentuk hutang yang satu dengan yang lainnya.
  4. Pengeluaran atau pembayaran atau penarikan kembali modal saham (adanya penambahan modal atau pengurangan modal)

Laporan rugi laba menunjukkan penghasilan-penghasilan yang diperoleh perusahaan, biaya-biaya yang terjadi serta laba atau rugi netto sebagai hasil dari operasi perusahaan selama periode tertentu, sehingga laporan keuangan rugi laba yang diperbandingkan menunjukkan penghasilan. Biaya, laba atau rugi netto dari hasil operasi perusahaan dalam dua periode atau lebih.

Laporan keuangan dianalisa dengan mengadakan pembandingan dari laporan-laporan selama beberapa periode, maka analisa yang demikian dinamakan analisa horizontal atau analisa dinamis. Apabila laporan keuangan yang dianalisa hanya meliputi satu periode saja, analisa yang demikian itu disebut dengan analisa vertical atau analisa statis.

Dengan menggunakan analisa yang dinamis akan diperoleh hasil analisa yang lebih memuaskan, karena dengan laporan keuangan yang diperbandingkan untuk beberapa periode akan diketahui sifat dan tendensi perubahan yang terjadi dalam perusahaan tersebut. Dalam metode analisa pembandingan ini dapat ditunjukkan dalam :

  1. Data absolute atau jumlah-jumlah dalam rupiah
  2. Kenaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah
  3. Kenaikan atau penurunan dalam prosentase
  4. Perbandingan yang dinyatakan dalam ratio
  5. Dinyatakan dalam prosentase dari total

Keuntungan utama dapat diketahui pertambahan atau pengurangan ini adalah bahwa perubahan yang besar akan terlihat dengan jelas, dan dapat segera diadakan penyelidikan atau analisa lebih lanjut dan menunjukkan sampai beberapa jauh perkembangan keadaan keuangan perusahaan dan hasil-hasil yang dicapai.

Prosentase dapat dihitung dengan membagi jumlah pertambahan atau pengurangan dari setiap pos dengan jumlah yang terdapat dalam laporan tahun sebelumnya atau yang dijadikan pembanding (tahun dasar). Apabila data tahun pembandingnya kosong atau negative maka perubahan dalam prosentase tidak dapat ditentukan, begitu pula kalau data yang dibandingkan negative maka prosentase perubahan tidak dapat ditentukan, tetapi kalau data pembandingnya data nilainya sedang data yang diperbandingkan kosong maka perubahan dalam prosentase masih dapat ditentukan.

Ratio dihitung dengan membagi jumlah rupiah tiap pos dari tahun yang diperbandingkan daengan tahun pembanding atau tahun dasar. Prosentase dari total dihitung dengan cara membagi msaing-masing pos aktiva dengan jumlah aktivanya dan masing-masing pos pasiva dibagi dengan jumlah pasiva, sedangkan pos-pos biaya dibagi dengan jumlah penjualan bersih.

Perbandingan laporan keuangan yang menunjukkan data absolutnya saja maka kita akan mengalami kesulitan, karena sulit untuk mengetahui adanya hubungan-hubungan ataupun perubahan-perubahan yang penting diantara data-data tersebut. Oleh karena itu di dalam perbandingan ditunjukkan juga kenaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah.

Besarnya perubahan dalam jumlah rupiah dari tahun ke tahun sebaiknya juga diikuti dengan menentukan perubahan relatifnya yang dinyatakan dalam prosentase, sehingga kita mengetahui proporsi perubahan yang terjadi. Ratio yang lebih dari satu berarti bahwa dalam tahun yang dibandingkan lebih besar daripada jumlah dalam tahun pembanding atau menunjukkan adanya kenaikan, sebaliknya kalau ratio lebih rendah daripada satu berarti ada penurunan. Dengan diketahui prosentase dari total untuk masing-masing pos maka akan diketahui pula perubahan proporsi masing-masing pos tersebut dari period ke periode berikutnya.

  • Tahun Pembanding

Laporan keuangan yang diperbandingkan terdiri dari dua neraca atau laporan rugi laba dari dua periode, atau antara neraca dan laporan rugi laba yang direncanakan (budget) dengan realisasinya maka penentuan data pembandingnya tidak akan ditemukan kesulitan, yaitu bahwa data tahun sebelumnya atau data menurut budget yang digunakan sebagai pembanding. Tetapi kalau data/laporan keuangan yang diperbandingkan lebih dari dua periode atau tahun, maka yang digunakan sebagai tahun pembanding (tahun dasar)  dengan cara sebagai berikut :

  1. Tahun yang paling awal digunakan sebagai tahun pembanding.
  2. Perbandingan dapat dilakukan dengan data keuangan dari tahun sebelumnya.
  3. Dasar pembandingnya adalah rata-rata dari jumlah kumulatif seluruh periode yang bersangkutan. Akan bermanfaat sekali apabila diterapkan pada laporan rugi-laba, karena penganalisa akan dapat mengetahui rata-rata dari beberapa tahun dan dapat menentukan jumlah-jumlah atau pos2 mana yang menyimpang dari jumlah rata-rata, dan dapat segera mencari faktor-faktor penyebabnya.

Setelah diadakan perhitungan terhadap data yang diperoleh, maka langkah berikutnya dilakukan analisa terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Langkah dalam analisa ini dimulai dari analisa terhadap perubahan jumlah totalnya, kemudian analisa terhadap perubahan sub total dan kemudian diadakan analisa terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam masing-masing pos, dengan membandingkan atau menghubungkan antara perubahan yang satu dengan yang lainnya sehingga akan terjadi dapat ditarik kesimpulan dari hasil analisa.

Jika laporan keuangan yang akan disajikan secara bulanan atau kwartalan, maka pembandingnya dapat dilakukan secara bulanan ataupun kwartalan. Data pembanding dapat diambil dari bulan-bulan atau kwartal yang sama dari tahun sebelumnya atau dengan memperbandingkan antara bulan atau kwartal yang satu dengan bulan atau kwartal lain dalam tahun yang sama.

SUMBER: http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_keuangan

ANALISA RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA

Di pasar modal, laporan keuangan perusahaan memiliki fungsi yang sangat strategis. Laporan keuangan merupakan informasi yang menggambarkan dan untuk menilai kinerja perusahaan, terlebih bagi perusahaan yang sahamnya telah tercatat dan diperdagangkan di bursa. Informasi yang terdapat dalam laporan keuangan perusahaan dapat memberikan analisa laporan keuangan untuk menilai kinerja perusahaan yang juga mencerminkan furdamental perusahaan sehingga informasi tersebut dapat memberikan landasan bagi keputusan investasi. Ada bagian dalam laporan keuangan yang sering tidak diperhatikan investor, seperti laporan direksi atau manajemen perusahaan. Padahal, pada bagian tersebut manajemen sering kali menjelaskan mengenai perjalanan perusahaan selama ini, prospek dan recana mereka kedepannya. Dari sini Anda juga dapat melihat seberapa yakin manajemen terhadap prospek perusahaan. Dari ulasan manajemen ini Anda dapat pula melihat perkembangan bisnis terakhir, produk, persaingan dan kondisi keuangannya.

Angka-angka yang tertera dalam laporan keuangan itu menggambarkan kinerja perusahaan dan kemampuan manajemennya dalam mengelola usaha tersebut. Dari angka tersebut juga dapat dijadikan dasar untuk memproyeksikan apa yang akan terjadi.

Jenis Laporan Keuangan Perusahaan
Laporan keuangan perusahaan yang lengkap terdiri atas 5 (lima) bagian, yaitu :

  1. Neraca
  1. Laporan Laba Rugi
  1. Laporan Arus Kas
  1. Laporan Perubahan Modal
  1. Catatan atas Laporan Keuangan

Ketentuan Pelaporan Keuangan
Penyajian laporan keuangan perusahaan di pasar modal mengacu kepada Peraturan Bapepam dan Peraturan BEI, yaitu :

  1. Peraturan BAPEPAM nomor X.K.2. tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Keuangan Berkala.
  1. Peraturan BAPEPAM nomor VIII.G.7. tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan.
  1. Peraturan BAPEPAM nomor VIII.G.11. tetang Tangguung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan.
  1. Surat Edaran BAPEPAM tentang Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
  1. Peraturan Pencatatan BEI nomor I-E tentang kewajiban penyampaian informasi.

Komponen Laporan Keuangan Perusahaan
Neraca
Neraca merupakan laporan yang menggambarkan posisi keuangan, yang menunjukan aktiva (aset), kewajiban (hutang) dan ekuitas (modal) dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Aktiva atau aset adalah segala sesuatu yang dmiliki perusahaan, sedangkan pasiva (kewajiban & ekuitas) dapat dikatakan segala sesuatu yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh atau membiayai aset tadi. Dalam neraca, aktiva lancar disajikan terpisah dari aktiva tidak lancar dan kewajiban lancar terpisah dari kewajiban tidak lancar, kecuali untuk industri tertentu yang diatur secara khusus. Aktiva lancar disajikan menurut ukuran likuiditas sedangkan kewajiban disajikan menurut urutan jatuh temponya.

Komponen Utama Neraca :
Aktiva

  1. Aktiva Lancar :
    1. Kas dan Setara Kas;
  1. Investasi Jangka Pendek;
  1. Wesel Tagih;
  1. Piutang Usaha;
  1. Piutang Lain-Lain;
  1. Persediaan;
  1. Pajak Dibayar Dimuka;
  1. Biaya Dibayar Dimuka;
  1. Aktiva Lancar Lain-Lain.
  1. Aktiva Tidak Lancar:
    1. Piutang Hubungan Istimewa;
  1. Aktiva Pajak Tangguhan;
  1. Investasi Pada Perusahaan Asosiasi;
  1. Investasi Jangka Panjang Lain;
  1. Aktiva Tetap;
  1. Aktiva tak Berwujud;
  1. Aktiva Lain-Lain.

Kewajiban

  1. Kewajiban Lancar :
    1. Pinjaman Jangka Pendek;
  1. Wesel Bayar;
  1. Hutang Usaha;
  1. Hutang Pajak;
  1. Beban Yang Masih Harus Dibayar;
  1. Bagian Kewajiban Jangka Panjang yang akan Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun;
  1. Kewajiban Lancar Lain-lain.
  1. Kewajiban Tidak Lancar:
    1. Hutang Hubungan Istimewa;
  1. Kewajiban Pajak Tangguhan;
  1. Pinjaman Jangka Panjang;
  1. Hutang Sewa Guna Usaha;
  1. Hutang Obligasi;
  1. Kewajiban Tidak Lancar Lainnya;
  1. Hutang Subordinasi;
  1. Obligasi Konversi.

Ekuitas

  1. Modal Saham;
  1. Tambahan Modal Disetor;
  1. Selisih Kurs Karena Penjabaran Laporan Keuangan Perusahaan;
  1. Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan / Perusahaan Asosiasi;
  1. Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengandali;
  1. Keuntungan (Kerugian) yang Belum Direalisasi dari Efek Tersedia Untuk Dijual;
  1. Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap;
  1. Saldo Laba;
  1. Modal Saham Diperoleh Kembali.

Laporan Laba Rugi
Laporan Laba Rugi merupakan ringkasan aktivitas usaha perusahaan untuk periode tertentu yang melaporkan hasil usaha bersih atau kerugian yang timbul dari kegiatan usaha dan aktivitas lainnya.

Komponen utama laporan laba rugi yang diuraikan di bawah ini menggunakan metode beban fungsional. Bagi jenis-jenis industri tertentu, dimungkinkan untuk menggunakan metode lain yang telah ditentukan.

Komponen Utama Laporan Laba Rugi :

  1. Penjualan Bersih atau Pendapatan Usaha;
  1. Beban Pokok Penjualan;
  1. Laba (Rugi) Kotor;
  1. Beban Usaha;
  1. Laba (Rugi) Usaha;
  1. Penghasilan (Beban) Lain-lain;
  1. Bagian Laba (Rugi) Perusahaan Asosiasi;
  1. Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan;
  1. Beban (Penghasilan) Pajak;
  1. Laba (Rugi) dari Aktivitas Normal;
  1. Pos Luar Biasa;
  1. Laba (Rugi) Sebelum Hak Minoritas;
  1. Hak Minoritas atas Laba (Rugi) Bersih Anak Perusahaan;
  1. Laba (Rugi) Bersih;
  1. Laba (Rugi) Per Saham Dasar;
  1. Laba (Rugi) Per Saham Dilusi.

Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan Perubahan Ekuitas adalah laporan yang menunjukan perubahan yang menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva bersih atau kekayaan selama periode pelaporan.

Laporan ini harus menyajikan :

  1. Laba (Rugi) bersih periode pelaporan;
  1. Setiap pos pendapatan dan beban, keuntungan atau kerugian yang diakui secara langsung dalam ekuitas;
  1. Pengaruh kumulatif dari perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi atas kesalahan mendasar;
  1. Transaksi modal dengan pemilik dan distribusi kepada pemilik, antara lain berupa penyetoran modal saham dan pembagian dividen;
  1. Saldo akumulasi laba atau rugi pada awal dan akhir periode serta perubahannya;
  1. Rekonsiliasi antara nilai tercatat dari masing-masing jenis modal ditempatkan dan disetor penuh, tambahan modal disetor dan pos-pos ekuitas lainnya pada awal dan akhir periode yang mengungkapkan secara terpisah setiap perubahan.

Laporan Arus Kas
Laporan ini menunjukan penerimaan dan pengeluaran kas dalam aktivitas perusahaan selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Dari sinilah Anda dapat mengetahui apakah uang perusahaan cukup atau tidak untuk membagi dividen. Laporan arus kas juga dapat mencerminkan apa yang sesungguhnya terjadi pada perusahaan. Walaupun merugi, perusahaan masih dapat hidup selama arus kasnya positif. Selain itu dapat juga dilihat dari free cash flow (arus kas operasional dikurangi dengan capital expenditure), perusahaan yang free cash flow-nya bertumbuh punya prospek yang bagus karena punya uang untuk ekspansi.

Komponen Utama Laporan Arus Kas :

  • Arus Kas dari aktivitas operasi, adalah arus kas yang terutama diperoleh dari aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan, oleh karena itu arus kas ini pada umumnya berasal dari transaksi dan peristiwa lain yang mempengaruhi penetapan laba (rugi) bersih. Arus kas dari aktivitas operasi antara lain dapat berupa arus kas dari transaksi penjualan, pembayaran kepada pemasok, karyawan, bunga, beban operasional lainnya dan pajak penghasilan. Perusahaan harus menyajikan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan metode langsung (direct methode). Perusahaan yang baik tentu saja uang kasnya berasal dari sini.
  • Arus kas dari aktivitas investasi, mencerminkan penerimaan dan pengeluran kas sehubungan dengan perolehan atau pelepasan sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan. Arus kas dari aktivitas investasi antara lain dapat berasal dari transaksi pembelian dan penjualan aktiva tetap, aktiva tak berwujud, dan aktiva lain, serta uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain. Tidak termasuk di sini adalah penempatan dana perusahaan untuk jangka pendek seperti deposito yang kurang dari satu tahun dan investasi pada efek untuk diperdagangkan.
  • Arus kas dari aktivitas pendanaan, timbul dari penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan transaksi pendanaan jangka panjang dengan pemegang saham perusahaan dan kreditur. Arus kas dari aktivitas pendanaan antara lain dapat berupa penerimaan kas dari emisi saham dan obligasi, pembayaran dividen, serta pelunasan pinjaman.

Catatan Laporan Keuangan Perusahaan
Catatan atas Laporan Keuangan Perusahaan memberikan penjelasan mengenai gambaran umum perusahaan, ikhtisar kebijakan akuntansi, penjelasan pos-pos laporan keuangan dan informasi penting lainnya.

Angka-angka pada laporan keuangan ibarat bahan mentah yang tidak ada gunanya jika tidak diolah lebih dulu. Caranya yaitu dengan menggunakan rasio-rasio keuangan. Analisa rasio-rasio pada laporan keuangan bermanfaat untuk membantu Anda untuk melakukan berbagai analisis atas kinerja keuangan perusahaan. Anda juga harus membandingkan dengan laporan keuangan dan rasio-rasio sebelumya, setidaknya sampai lima tahun kebelakang untuk mengetahui tren bisnisnya. Untuk mengetahui bagus tidaknya angka rasio yang Anda peroleh, Anda harus membandingkannya dengan rasio perusahaan-perusahaan lain disektor sejenis atau dengan rasio rata-rata sektor tersebut. Melalui angka-angka rasio keuangan, pemakai dapat membuat berbagai analisis kinerja perusahaan termasuk keputusan investasi. Secara umum, rasio keuangan dibagi kedalam beberapa kelompok seperti : rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio utang atau leverage, rasio kemampulabaan, serta rasio saham.

Berikut beberapa rasio penting yang umum digunakan dalam berbagai analisis atas laporan keuangan.

  1. Current Ratio (Rasio Lancar). Rasio keuangan ini menunjukan sejauh mana aktiva lancar dapat menutupi kewajiban lancar. Semakin besar hasil perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar, semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk menutupi kewajiban jangka pendek.
    Current Ratio = Aktiva Lancar / Utang Lancar
  2. Quick Ratio. Mengukur apakah perusahaan memiliki aset lancar (tanpa harus menjual persediaan) untuk menutup kewajiban jangka pendeknya. Semakin tinggi quick ratio perusahaan, semakn baik kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban lancarnya.
    Quick Ratio = (Aktiva Lancar – persediaan) / Utang Lancar
  3. Debt to Equity Ratio (Rasio Utang atas Modal). Rasio keuangan ini sering disebut dengan istilah Rasio Laverage, menggambarkan struktur modal yang dimiliki oleh perusahaan, dengan demikian dapat dilihat struktur resiko tidak tertagihnya hutang. Semakin kecil angka rasio ini semakin baik.
    Debt to Equity = Total Utang / Ekuitas
  4. Total Debt to Total Asset. Menggambarkan aktiva yang dipergunakan oleh perusahaan untuk menutup hutang baik jangka pendek maupun jangka panjang.
    Total Debt to Capital Asset = Total Utang / Total Aktiva
  5. Operating Profit Margin. Rasio keuangan ini mengukur seberapa besar sumbangan penjualan terhadap laba operasi. Rasio ini semakin besar semakin baik.
    OPM = Laba Operasi / Penjualan
  6. Net Profit Margin. Rasio keuangan ini mengukur seberapa besar sumbangan penjualan terhadap laba bersih perusahaan. Rasio ini semakin besar semakin baik.
    NPM = Laba Bersih / Penjualan
  7. Return on Equity (ROE) . Menggambarkan seberapa besar sumbangan keuntungan terhadap pemegang saham.
    ROE = Laba Bersih / Ekuitas
  8. Return on Asset (ROA) . Mencerminkan seberapa besar laba yang bisa dicetak perusahaan dengan menggunakan seluruh asetnya.
    ROA = Laba Bersih / Total Aset
  9. Asset Turnover. Menunjukan kemampuan manajemen mengelola seluruh investasi (aset) untuk menghasilkan penjualan.
    Asset Turnover = Penjualan Bersih / Total Aktiva
  10. Receivable Turnover. Menunjukan berapa kali piutang dagang perusahaan berputar dalam satu tahun.
    Receivable Turnover = Penjualan Kredit / Piutang Dagang
  11. Inventory Turnover. Menunjukan berapa kali persediaan barang dagangan perusahaan berputar dalam suatu periode tertentu.
    Inventory Turnover = Harga Pokok Penjualan / Persediaan
  12. Account Payable Turnover. Menunjukan perputaran utang dagang dalam suatu periode tertentu.
    Account Payable Turnover = Harga Pokok Penjualan / Utang Dagang
  13. Earning Per Share (EPS) . Rasio keuangan ini menggambarkan jumlah laba yang dihasilkan perusahaan untuk tiap saham yang diterbitkan.
    EPS = Laba Bersih / Jumlah Saham
  14. Price Earning Ratio (PER) . Menggambarkan apresiasi pasar terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. PER dihitung dalam satuan kali. Bagi investor, semakin kecil PER-nya semakin bagus karena berarti saham tersebut relatif murah.
    PER = Harga Saham / EPS
  15. Book Value (Nilai Buku Saham). Menggambarkan perbandingan total dana pemegang saham terhadap jumlah saham.
    BV = Total Ekuitas / Jumlah Saham
  16. Price to Book Value (PBV) . Rasio keuangan ini menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham suatu perusahaan. Makin tinggi rasio ini, berarti pasar percaya akan prospek perusahaan.
    PBV = Harga Saham / Nilai Buku Saham

Pada dasarnya penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan dimaksudkan sebagai alat bantu bagi manajemen (intern) untuk mengetahui kondisi keuangan sehingga dapat menentukan kebijakan keuangan secara tepat. Sedangkan bagi pihak luar (Pemodal, maupun Kreditur) laporan keuangan perusahaan dapat dipakai sebagai alat untuk pengambilan keputusan dalam melakukan investasi.

SUMBER: http://www.belajarinvestasi.net

MATERI TENTANG LAPORAN KEUANGAN

Pengertian laporan keuangan merupakan tahap akhir dari proses akuntansi. Pada perusahaan dagang perseorangan laporan keuangan terdiri atas laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas dan neraca. Contoh laporan keuangan yang perlu dibuat oleh sebuah toko misalnya kita ambil contoh Toko Rejeki sebagai berikut.

1. Laporan Laba Rugi – Pengertian Laporan Keuangan

Laporan laba rugi merupakan laporan yang mengikhtisarkan pendapatan dan beban suatu perusahaan selama periode tertentu. Jika pendapatan lebih besar daripada beban, perusahaan memperoleh laba. Sebaliknya, jika pendapatan lebih kecil daripada beban, perusahaan menderita kerugian.

Pada dasarnya ada dua cara yang dapat digunakan untuk menyusun laporan laba rugi, yaitu single step (cara langsung) dan multiple step (cara bertahap). Pada sistem single step, semua pendapatan dijumlahkan dari atas ke bawah menjadi suatu kelompok, kemudian dikurangi dengan jumlah seluruh beban dalam periode tersebut.

Pada sistem multiple step, kelompok pendapatan dipisahkan menjadi dua, yaitu pendapatan operasional atau pendapatan dari kegiatan pokok perusahaan dan pendapatan nonoperasional atau pendapatan di luar kegiatan pokok perusahaan. Hal tersebut juga berlaku untuk beban yang dikelompokkan menjadi beban operasional dan nonoperasional.

Dalam rangka menyusun laporan keuangan dapat mengambil data dari kertas kerja pada lajur laba rugi. Angka pendapatan diambil dari lajur kreditnya, sedangkan beban diambil dari laju debitnya. Laporan perhitungan laba rugi pada perusahaan dagang terdiri atas beberapa tahap, antara lain yaitu perhitungan pendapatan utama, perhitungan harga pokok penjualan, perhitungan beban operasional, dan perhitungan pendapatan serta beban luar usaha.

Penyusunan laporan rugi laba pada perusahaan dagang sedikit berbeda dengan perusahaan jasa, terutama adalah pada komponen harga pokok penjualan. Harga pokok penjualan ini biasanya dibuat tersendiri di luar  laporan laba rugi (dibuat dalam lampiran perhitungan), setelah ditemukan hasilnya, jumlah nilai harga pokok penjualan tersebut dimasukkan dalam laporan laba rugi.

2. Laporan Perubahan Modal

Penyusunan laporan perubahan modal pada perusahaan dagang sama seperti pada perusahaan jasa. Data yang diperlukan untuk menyusun laporan perubahan modal yaitu jumlah modal pada awal periode, jumlah laba bersih atau rugi bersih pada periode yang bersangkutan, dan pengambilan pribadi pemilik tahun yang bersangkutan.

3. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang menyajikan informasi tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama suatu periode. Aliran kas suatu perusahaan dapat digolongkan, yaitu penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pembelanjaan.

4. Neraca – Pengertian Laporan Keuangan

Neraca merupakan komponen laporan keuangan yang menunjukkan posisi kekayaan perusahaan. Penyusunan neraca pada perusahaan dagang sama seperti pada perusahaan jasa. Rekening-rekening yang ditunjukkan dalam neraca merupakan rekening-rekening riil yang terdiri atas harta, utang, dan modal. Penyajian laporan neraca untuk harta disusun berdasarkan urutan likuiditasnya, kewajiban disusun berdasarkan urutan jatuh temponya, dan modal disusun berdasarkan atas tingkat kekekalannya. Neraca dapat disusun dengan berbagai bentuk penyajian, antara lain sebagai berikut.

  • Account Form

Neraca disusun secara mendatar yang terbagi dalam dua sisi. Dalam hal ini ada sisi debit dan kredit, debit untuk rekening harta, sedangkan kredit untuk rekening kewajiban serta modal.

  • Report Form

Neraca disusun menurun berbentuk laporan. Bagian teratas diisi dengan harta, kemudian kewajiban, dan yang terakhir modal. Bentuk ini tidak ada sisi debit ataupun kredit. Namun, sebagai pedomannya harta sama dengan kewajiban ditambah modal.

PENGERTIAN DAN CONTOH KASUS DALAM ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Terimakasih telah berkunjung ke blog saya, kali ini saya akan membahas tentang “Pengertian dan contoh kasus dalam, analisis laporan keuangan”,Analisa Laporan Keuangan terdiri dari dua kata Analisa dan Laporan Keuangan. Untuk menjelaskan pengertian kata ini maka kita dapat menjelaskannya dari arti masing-masing kata. Kata analisa adalah memecahkan atau menguraikan sesuatu unit menjadi berbagai unit terkecil. Sedangkan laporan keuangan adalah Neraca, Laba/Rugi, dan Arus Kas (Dana). Kalau dua pengertian ini digabungkan maka analisa laporan keuangan berarti: Menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara satu dengan yang lain baik antara data kuantitatif maupun data nonkuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat (Sofian Syafri Harahap, 1998:190).
Pengertian analisis laporan keuangan (financial statement analysis) adalah hubungan antara suatu angka dalam laporan keuangan dengan angka lain yang mempunyai makna atau dapat menjelaskan arah perubahan (trend) suatu fenomena. menurut Soemarso (2006:430).

Analisis Rasio
Analisis Laporan Keuangan PT. Eatertainment International Tbk. menggunakan Analisis Ratio. Ada tujuh area penting analisis laporan keuangan :
1. Rasio Likuiditas
2. Rasio Solvabilitas
3. Rasio Profitabilitas
4. Rasio posisi aktifitas perusahaan
5. Pemanfaatan asset
6. Kinerja Operasi
7. Ukuran Pasar

1. Rasio Likuiditas

NAMA                                      2011 (Rp)                       2010 (Rp)
Rasio Lancar :                         = 541,68 %                  = 487,17 %
Rasio Cepat :                           = 434,9 %                    = 422,1 %
Jumlah Hari Untuk menjual persediaan :    = 24,2
2. Rasio Solvabilitas

Rumus                 2011 (Rp)              2010 (Rp)

ADR :                    = 197,95 %            = 183,83 %
DER :                    = 281,02%             = 275,12 %

3. Rasio Profitabilitas

Rumus                                          2011 (Rp)                2010 (Rp)
Rentabilitas Ekonomi :             = -7,98 %                  = 5,87 %
ROI :                                              = -3,21 %                   = 2,35 %

4. Rasio Posisi Aktivitas Perusahaan

Rumus                                          2011 (Rp)           2010 (Rp)
WTC :                                              = 3,07                  = 2,61
CT :                                                  = 4,74                 = 3,31
ART :                                               = 181,03 %
IT :                                                  = 23,03               = 23,13

5. Pemanfaatan Aset

Rumus                                            2011 (Rp)
Perputaran kas :                           = 40,23
Perputaran Piutang usaha :       = 9,15
Perputaran Persediaan :            = 14,80
Perputaran Total Aset :              = 1,56

6. Kinerja Operasi

Rumus                                         2011 (Rp)               2010 (Rp)
Margin Laba Kotor :                 = 37,63 %               = 37,58 %
Margin Laba Bersih :                = 2,72 %                = -3,5 %

7. Ukuran Pasar

Rumus                                         2011 (Rp)               2010 (Rp)
Rasio Harga terhadap laba :    = 12,5                    = 17,86
Hasil Laba :                                 = -8 %                   = 5,6 %
Komentar terhadap hasil perhitungan Rasio :
1. Likuiditas
Likuiditas perusahaan adalah kemapuan perusahaan untuk mengembalikan seluruh hutang lancarnya yang harus segera dilunasi dengan aktiva lancar yang lebih likuid.
Hasil dari perhitungan pada tahun 2010 dan 2011 menunjukkan angka yang sangat tinggi diatas 400% maka perusahaan dikatan likuid. Hal ini berarti aktiva lancarnya 4 kali lipat dari hutang lancarnya atau setiap Rp 1 hutang lancar dijamin oleh Rp 4 asset lancar. Sementara itu kemampuan perusahaan untuk membayar utang lancarnya dengan menggunakan kas atau setara kas sangat besar, hal ini ditunjukkan pada tingginya hasil perhitungan dari rasio cepat yaitu di atas 400%. Artinya hanya menggunakan kas dan setara kas sudah dapat menjamin setiap Rp 1 utang lancer dengan Rp 4 kas dan setara kas. Sementara itu kemampuan perusahaan untuk menjual persediaan sangat tinggi. Untuk menjual persediaan sebesar Rp 989.182.885 hanya membutuhkan kurang lebih 24 hari.
Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat likuiditas perusahaan atau kemapuan perusahaan untuk mengembalikan hutang lancarnya dengan aktiva lancar sangat tinggi yaitu sekitar 400% – 450 %.

2. Solvabilitas
Solvabilitas adalah rasio untuk mengetahui sejauh mana perusahaan dibiayai oleh hutang. Artinya berapa besar beban hutang yang ditanggung oleh perusahaan dibandingkan dengan aktivanya.
Hasil perhitungan pada Debt to Asset Ratio menunjukkan angka yang sangat tinggi di atas 100% dan dari tahun 2010 ke tahun 2011 menngkat dari 183,83% menjadi 197,95 %. Angka ini menunjukkan bahwa pembiayaan perusahaan hamper seluruhnya dibiayai dari hutang dan pinjaman, setiap Rp 200 pendanaan perusahaan dibiayai oleh hutang Rp 197,95.
Demikian pula perhitungan pada Debt to Equity Ratio juga menunjukkan angka yang sangat besar. Rasio ini pada tahun 2010 menunjukkan angka 275,12 % artinya kreditur menyediakan Rp 275,12 untuk setiap Rp 300 yang disediakan pemegang saham. Demikian pula pada tahun 2011 menunjukkan 281,02 % artinya kreditur menyediakan Rp 281,02 untuk setiap Rp 300 yang disediakan pemegang saham.
Dari perhitungan diatas terlihat bahwa sebagaian besar pembiayaan perusahaan bersumber dari kreditur Artinya kemungkinan perusahaan untuk mendapatkan tambahan pinjaman semakin kecil karena dikhawatirkan perusahaan tidak mampu untuk mengembalikan pinjaman.

3. Profitabilitas
Dari perhitungan ROI menunjukkan tingkat penurunan yang sangat besar yaitu dari 2,35 % pada tahun 2010 menjadi -3,21 % pada tahun 2011 artinya perusahaan tidak mampu dalam memanfaatkan aktiva untuk memperoleh ROI.
Dari perhitungan rentabilitas ekonomi terlihat bahwa pada tahun 2010 kemampuan perusahaan untuk mengasilkan laba dari modal usaha cukup tinggi yaitu sebesar 5,87 % sedangkan menurun pada tahun 2011 hingga -7,98 % artinya perusahaan tidak bisa mempertahankan tingkat pengembalian modal dan tidak mampu memanfaatkan asset yang begitu besar.

4. Posisi Aktiva Perusahaan
Tingkat pengembalian modal, Kas, dan Persediaan terbilang relative stabil dan mengalami peningkatan dari tahun 2010 ke tahun 2011. Meskipun demikian tingkat pengembalian tersebut terbilang cukup rendah dan dibawah standar. Artinya tingkat pengembalian tersebut masih sangat rendah jika melihat dari standar normal untuk Capital turnover, Cash Turnover dan Inventory Turnover. Sehingga perusahaan masih harus berusaha untuk meningkatkan tingkat pengembalian tersebut.
Meskipun demikian tingkat pengembalian terhadap piutang menunjukkan angka yang cukup tinggi yaitu sekitar 98,55%. Hal ini berarti bahwa tingkat pengembalian dari piutang perusahaan mencapai angka 98,55% dari piutang usaha.

5. Pemanfaatan Asset
Perputaran kas pada perusahaan ini menunjukkan angka yang besar yaitu 40,23 artinya kas tidak terlalu banyak yang menganggur dan pemanfaatannya cukup besar. Meskipun demikian terdapat angka yang sangat kecil terhadap pemanfaatan Piutang usaha, persediaan, dan total asset. Angka yang ditunjukkan terbilang sangat kecil tidak sampai 20 %. Hal ini terbukti dengan adanya penurunan tingkat profitabilitas perusahaan yang sangat besar.

6. Kinerja Operasi
Margin laba kotor menunjukkan angka yang cukup besar namun peningkatan dari tahun 2010 ke tahun 2011 tidak terlalu berpengaruh. namun tingkat margin laba kotor perusahaan tersebut yang menunjukkan angka yang cukup besar tidak diikuti dengan peningkatan Margin Laba bersih, akan tetapi terjadi penurunan yang sangat besar yaitu dari 2,72% turun menjadi -3,5%. Artinya perusahaan belum mampu mengendalikan biaya dan memanfaatkan asset sebaik-baiknya.

7. Ukuran pasar
Rasio harga terhadap laba menunjukkan penurunan dari tahun 2010 ke tahun 2011. Hal ini dikarenakan kemampuan perusahaan untuk meningkatkan ROI sangat rendah, sehinggah tidak terjadi peningkatan terhadap laba per lembar saham. Hasil laba pun akhirnya ikut menurun sangat jauh. Hal ini tentu saja akan menjadi pertimbangan yang sangat penting bagi para pemegang saham dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi bahkan ada kecenderungan untuk takut menanamkan modalnya pada perusahaan seperti ini.

Prosedur-prosedur PT Cubic Indonesia

Nama :MUHAMAD ZULKARNANDA SYAPUTRA

NPM : 44212367

Finance & Accounting

1.Laporan Keuangan

Membuat berbagai macam bukti penerimaan dan pembayaran beserta jurnal
sheetyang dilakukan oleh F&A Staff, kemudian akan diinput ke dalam komputer. Bag.F&Amencetak jenis-jenis laporan keuangan dari komputer dan membuat rekonsiliasi, lalu memeriksa buku besar dan F&A Section Head akan merekonsiliasi. Jika terdapat masalah, maka jurnal akan diperbaiki. Namun jika tidak terdapat masalah, maka akan disiapkan neraca & Laba/Rugi. F&A Section Head & Director memeriksa dan menyetuji
neraca dan Laba/Rugi tersebut, setelah itu Auditor Eksternal akan memeriksa Laporan Keuangan. Jika diperlukan perubahan, bagian-bagian yang terkait melakukan diskusi dan dikoreksi untuk tahunan, lalu memberikan laporan audit kepada F&A Section Head & Director.

2.Budgeting
Setiap Dep t.Head membuat Budget tahunan di setiap akhir tahun, dan Director akan memer iksa budget tersebut. Jika disetujui, maka budget
diserahkan ke F&A Sect Head. F&A Sect Head akan membuat proyeksi laporan keuangan yang nantinya diperiksa oleh Director. Setelah itu setiap bulan akan memberikan laporan perbandingan budget dan actual ke Pimpinan Dept, serta mendiskusikan-nya pada tiap Departemen.

3.Petty Cash
Bagian Kasir menerima dan memeriksa persetujuan kwitansi/invoice. Jika Danamencukupi, dana akan d iminta ke Bagian Finan cedengan membuat Lap .Kas Harian lalu Bagian Finance akan memeriksa Laporan Kas Harian yang diberikan. Kasir menerima dana melalu i cek/transfer
dan membu at Bukti Penerimaan Kas, kemud ian membaya kwitansi/invoice
tersebut dengan membuat Bukti Pembayaran Kas. Bagian Kasir juga
membuat Laporan Kas Harian pada Program M K dengan dilampirkan Bukti
Pembayaran Kas/Bank, Bukti Penerimaan Kas&Kwitansi.

4.Pembayaran Di Muka Sementara
Bagian Purchasing menerima Proforma invoice dari Supplier, dan Director akan memberi persetujuan Proforma tersebut. Jika disetujui, Bag.Purchasing menyerahkan Proforma Invoice ke F&A, dan Bag.F&A akan melakukan pembayaran dimuka ke Supplier. Laporan Pembayaran di muka setiap bulan akan dibuat oleh Accounting Staff.

5.Pembay aran Tagih an
Bagian F&A menerima PO, Invoice/Kwitansi, Surat Jalan, dan Faktur Pajak,serta membuat tanda terima tagihan. Dokumen tagihan akan dilengkapi dengan Surat tanda penerimaan barang oleh F&A, dan memeriksa kembali Dokumen tagihan. Jika terdapat
masalah, Bagian F&A akan menghubungi Supplier kembali. Sedangkan jika tidak
terdap at masalah, Bagian Finan ce akan membu at Bukti Pembay aran Kas/Bank p ada
tanggal jatuh tempo. Pembayaran yang dilakukan s
ecar a tunai akan dila
kukan melalui
SOP Petty Cash oleh F&A. Jika pembayaran dilakukan tidak s
ecar a tunai, mak a
Giro/Cek/Transfer akan dibuat dan diotorisasi oleh F&A Director, kemudian
Giro/Cek/Transfer akan langsung diserahkan kepada Supplier. Bagian F&A
merekonsiliasi dokumen tersebut dengan membandingkan Ledger Transaction Bank dan
Catatan M utasi Bank.

6.Pembay aran Lain- lain
Bagian F&A menerima Kwitansi yang ditandatangani Director F&A, lalu
memeriksa kwitansi yang diterima. Jika tidak terdapat masalah, akan dibuat Bukti Pembayaran Kas/Bank oleh Bag.F&A. Pembayaran secara tunai akan dilakukan melalui SOP Petty Cash, sedangkan p embay aran secara
non-tunai akan langsung dibuat Giro/Cek/Transfer. Dokumen tersebut ditandatangani oleh F&A Director dan diserahkan kembali kepada F&A, kemudian dilakukan rekonsiliasi dengan membandingkan Ledger Transaction Bank dan Catatan M utasi Bank oleh Bagian F&A.

7.Pembay aran Gaji Harian
Bagian F&A menerima data lembur dari masing-masing Departemen, data di
Input ke dalam Program Payroll kemudian Rekapitulasi Lembur dari
programPay roll akan dip eriksa oleh Bag.F&A. F&A Section Head mencetak Daftar gaji dan daftar Pembay aran Jamsostek masing-masin g Dept pada setiap bulan. Pembay aran bagi kary awan y ang memiliki rekening akan dilakukan melalui Transfer ke masin g-masin g rekening, dan pembayaran yang tunai dilakukan melalui SOP Petty Cash. F&A akan mencetak perincian gaji bulanan untuk masing-masing Dept.

8.Penjualan Fixed Assets
Pada awalnya Dept.Terkait akan membuat usulan penjualan Fixed Assets yang sudah tidak produktif lagi, dan Bag.F&A meminta persetujuan pihak
Management untuk penjualan FA tersebut. Jika disetujui, F&A menerima dan melengkapi data usulan penjualan Fixed Assets. Bag.Sales meminta penawaran dari calon pembeli, dan menentukan penawaran pembelian Fixed Assets yang disetujui oleh Pihak M anajemen. Kwitansi Penjualan Fixed Assets yang diterima ditandatangani oleh Pihak M anajemen. Bagian F&A menerima hasil penjualan melalui setoran bank ke rekening CI, dan membuat Bukti Penerimaan Bank yang dilampirkan setoran Bank dan Kwitansi.

9.Invoicing
Bagian F&A menerima Surat Jalan dari PPIC, dan membuat Invoice dan Faktur Pajak. Setelah itu dilakukan penagihan ke pelanggan dan meminta tanda tangan Invoice dari Pelanggan. melalui Aging Schedule dari program M K. Pelanggan yang membayar lewat jatuh tempo akan dibuat memo keterangan keterlambatan pembayaran tagihan ke Pelanggan dan M KT. Sedangkan untuk Pelanggan yang membayar tidak melewati jatuh
tempo bisa diterima melalui tunai atau non-tunai, dengan mengecek transaksi rekening Bank melalui CATT M utasi Bank, atau mengambil Giro/Cek dari Pelanggan. Setelah itu dibuat Penerimaan Tagihan Piutang dan Bukti Penerimaan Bank.

10.Pemindahan Fixed Assets
Plant yang membutuhkan Fixed Asset akan membuat M emo permohonan kebutuhan Assets ke Director CI, lalu mendiskusikan d en gan Dep t.Head terkait ap akah ada Fixed Asset yang bisa dipindahkan. Jika ada FA yang bisa dipindahkan, maka F&A akan menginformasikan FA yang akan dipindahkan dan meminta Harga buku, kemudian Director CI melakukan proses pemindahan Fixed Asset.